Melihat Upaya BBKSDA NTT dalam Melestarikan Komodo
Klikhijau.com - International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap ancaman kepunahan. Alasan kenapa hewan dari genus Varanus masuk da...
Klikhijau.com - International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap ancaman kepunahan.
Alasan kenapa hewan dari genus Varanus masuk dalam daftar rentan, karena habitatnya semakin menyusut.
Penyusutan habitat komodo disebabkan oleh aktivitas manusia. Karena itulah, untuk menjaga agar populasi komodo tidak merosot, maka Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur (BBKSDA NTT).
BBKSDA NTT tidak sendiri, tapi bersama lembaga konservasi Taman Safari Indonesia (TSI) melakukan sosialisasi dalam rangka persiapan habituasi dan pelepasliaran komodo di Kupang, Rabu, 8 Maret 2023 lalu .
Komodo yang akan dilepasliarkan itu merupakan hasil pengembangbiakan TSI Bogor dan akan dilepas ke habitat aslinya, yaitu Cagar Alam Wae Wuul, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
[irp]
Pelepasliaran komodo ke habitatnya di Cagar Alam Wae Wuul ini telah melalui serangkaian proses penelitian dan uji DNA, pemantauan populasi dan habitat serta kecocokan habitat.
Dari hasil uji DNA, dijelaskan bahwa induk komodo yang akan dilepasliarkan memang berasal dari Cagar Alam Wae Wuul ini.
Hewan yang juga dikenal sebagai kadal terbesar di dunia ini adalah spesies terbesar dari familia Varanidae. Dengan tubuh yang besar menjadikan satwa endemik Indonesia ini jadi salah satu hewan terkenal di dunia.
Hewan bernama ilmiah Varanus komodoensis juga termasuk kadal terbesar di dunia. Ia memiliki Panjang rata-rata 2 hingga 3 meter dengan berat bisa mencapai 100 kg.
Komodo telah dinobatkan sebagai pemangsa puncak di habitatnya karena selama ini tidak diketahui adanya hewan karnivora besar lain selain Komodo di sebarang geografisnya.
[irp]
Meski terkenal, ditakuti dan juga dilindungi, nyatanya habitat hewan dari Ordo Squamata telah menyusut. Penyebabnya tentu saja aktivitas manusia.
Sebenarnya untuk mengantisipasi menyusut atau punahnya komodo, pemerintah Indonesia telah menetapkannya sebagai hewan yang dilindungi.
Habitatnya kini dijadikan taman nasional, yaitu Taman Nasional Komodo. Tujuannya didirikan taman nasional tersebut untuk melindungi hewan dari filum Chordata.