Melihat Siasat Tanaman Membersihkan Udara Kotor

oleh -87 kali dilihat
Bagaimana Pengaruh Suhu Optimum terhadap Tanaman
Ilustrasi tanaman paku - Foto/Ist

Klikhijau.com –  Tanaman telah jadi andalan untuk bertarung membersihkan udara kotor sejak dulu. Seharusnya kebutuhan akan tanaman semakin meningkat.

Itu seiring dengan semakin meningkatnya pula polusi udara—yang saat ini telah menjadi masalah yang serius.

Berbagai penyakit bisa dihadirkan olehnya, bahkan bisa menurunkan kesuburan seseorang. Namun, dengan adanya tanaman, maka udara yang dihirup akan lebih bersih.

Ada beberapa jenis tanaman yang memang ampuh menyerap polutan, sebut saja pohon trembessi atau ki hujan, lidah mertua, lidah buaya, bunga lili hingga anggrek.

KLIK INI:  Bonsai Tanaman dan 6 Rahasia Istimewa yang Membuat Pegiatnya Betah

Karena itu, agar udara lebih bersih, maka langkah terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan menanam tanaman sebanyak mungkin.

Pertanyaannya, bagaimanakah cara atau siasat tanaman menyerap udara kotor agar kembali bersih. Hal itu tidaklah mengherankan, karena telah jadi pengetahuan umum jika tanaman adalah penghasil oksigen, menyerap karbon dioksida.

Tanaman juga menjadi pemasok oksigen bagi tanaman dan hewan untuk bernapas. Tidak hanya itu, tapi juga bisa mendinginkan udara.

Udara yang tercemar memberi efek buruk bagi kesehatan, karena mengandung partikel, bau, dan gas berbahaya di antaranya sulfur dioksida, nitrogen oksida, dan amonia.

KLIK INI:  Studi: Tanah Tropis Sangat Sensitif Terhadap Pemanasan Global
Melalui pori-pori

Kandungan berbahaya itu akan  mengendap di daun pohon dan  tanaman. Endapannya itu disebabkan oleh  serapan yang dilakukan melalui stomata atau pori-porinya tanaman, kemudian menyaring zat berbahaya tersebut dari udara.

Polutan yang diserap daun dan permukaan tanaman tersebut melalui Ilustrasi taman kering jadi innercourt antarruang, inilah yang jadi sumber udara segar akan kembali segar untuk dihirup.

Tidak hanya itu, keberadaan tanaman, khususnya pepohonan memiliki peran penting pula dalam memerangkap panas  dan juga mengurangi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer.

Tanaman berperan pula  meminimalkan tingkat ozon permukaan tanah. Ia mampu memperkaya udara dengan oksigen yang memberi napas pada kehidupan ini.

Bisa dibayangkan bagaimana peran tanaman menyerap emisi global, misalnya tanaman yang berada di hutan dunia, khususnya pohon, rupanya  mampu menyerap sepertiga emisi global setiap tahunnya.

Karena itu, hutan memang perlu dijaga, karena membiarkannya gundul sama saja menggali kuburan sendiri sebab bisa berdampak fatal pada kualitas udara.

KLIK INI:  Menggali Inspirasi dari Cacing Tanah, Menebar Manfaat dari Kesenyapan

Bila dibandingkan antara pepohonan  dan tanaman dalam penyerapan polusi udara, maka pepohonan memiliki efektivitas penyerapan polusi yang lebih besar. Hal itu dikarenakan pepohonan memiliki ukuran lebih besar.

Kemampuan pepohonan menyerap polutan lebih besar karena memiliki jumlah daun yang lebih banyak dan bentuk  pun yang lebih besar.

Sementara itu, tanaman  lain seperti lidah buaya, lidah mertua, lili, anggrek dan lain-lain. Karena  ukuran yang jauh lebih kecil dibandingkan pohon, maka  proses penyerapan polusi udara tidak lebih tinggi.

Namun, perlu diingat bahwa pepohonan dan tanaman dapat pula meningkatkan kualitas udara secara langsung dan tidak langsung.

Secara tidak langsung, tanaman bisa membantu dengan menaungi permukaan dan menurunkan suhu sehingga tidak terlalu panas.

KLIK INI:  Bagaimana Pengaruh Sinar Matahari terhadap Warna Daun Tanaman?
Dengan dua cara utama

Apabila sebuah bangunan terdapat berkah berupa teduhan dari pepohonan, hal itu secara otomatis akan mengurangi kebutuhan akan AC konvensional, dan emisi gas rumah kaca lainnya yang menyertainya.

Karena mampu menurunkan suhu lebih rendah, maka risiko polutan berbahaya seperti ozon permukaan tanah yang biasanya melonjak pada hari-hari panas, khususnya di daerah perkotaan dapat diatasi.

Selain itu, pohon atau tanaman sangat efektif dalam menghilangkan materi partikulat (particulate matter) yang biasa disingkat PM. Materi partikulat ini hadir dalam bentuk partikel kecil bahan kimia organik, logam, asam, dan debu.

PM ini dipancarkan dari kendaraan dan pabrik berbahan bakar fosil, serta lokasi konstruksi. Untuk Pprtikel terbesar berukuran hingga 10 mikrometer lebh dikenal sebagai PM10s. Ukurannya kira-kira seperlima dari lebar rambut manusia.

Jika tidak ada pepohonan, maka partikel halus ini dapat dengan mudah menembus ke dalam sistem pernapasan manusia. Dan dampaknya bisa sangat parah, karena dapat menyebabkan penyakit paru-paru dan kardiovaskular atau menyebabkan penyakit pernapasan.

KLIK INI:  Lebih Dekat dengan Ragam Warna Hijau dalam Bahasa Indonesia

Direktur pendiri Pusat Global untuk Penelitian Udara Bersih di Universitas Surrey, Prashant Kumar berpendapat bahwa pepohonan dan tanaman bertindak sebagai satu set pemurni PM yang tersedia.

Menurutnya pohon dapat membantu mengurangi PM dengan dua cara utama, yakni  menghilangkan polutan dari udara secara langsung.

Tanaman acap dilihat sebagai “paru-paru” ekosistem karena mereka menyerap karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen.

Cara kedua adalah  pohon dan tanaman juga bertindak sebagai “hati” ekosistem. Mereka menyaring polutan atmosfer seperti nitrogen dioksida dan sulfur dioksida melalui daunnya.

Dua cara itulah yang menyebabkan udara lebih bersih untuk dihirup.

KLIK INI:  Melihat Lebih Dekat Fungsi dan Tugas serta Susunan Organisasi KLHK