Mantul, Warga Desa Bialo, Bulukumba Bisa Menukar Sampahnya dengan Sembako
Klikhijau.com - Jelang siang rasa kantuk menyerang. Saya menyerah dan memilih tidur. Ketika bangun dan melihat handphone, ada sebuah pesan masuk dari Basmawati Haris, salah seorang warga Bulukumba....
Klikhijau.com - Jelang siang rasa kantuk menyerang. Saya menyerah dan memilih tidur. Ketika bangun dan melihat handphone, ada sebuah pesan masuk dari Basmawati Haris, salah seorang warga Bulukumba.
Pesan berbentuk word itu masuk jam 11:37 siang. Isinya berita tentang bank sampah di desanya.
Basma, begitu biasa ia disapa menulis seperti ini, bahwa sampah merupakan salah satu permasalahan yang patut diperhatikan.
Sampah merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia, karena pada dasarnya semua manusia pasti menghasilkan sampah.
Sampah merupakan suatu buangan yang dihasilkan dari setiap aktivitas manusia. Volume peningkatan sampah sebanding dengan meningkatnya tingkat konsumsi manusia.
[irp posts="1983" name="Cerita Mengesankan dari Bank Sampah The Gade Temba Nggela" Dompu NTB"]
Pemanfaatan sampah harus diprioritaskan sebelum terjadinya pencemaran lingkungan yang mengganggu kesehatan masyarakat.
Maka perlu adanya pengelolaan sampah, pengelolaan sampah memerlukan kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah.
Berdasarkan tujuan inilah, Pemerintah Desa Bialo membentuk Bank Sampah Flamboyan Desa Bialo, tujuannya untuk mengubah pola pikir masyarakat yang masih menggunakan sistem kumpul, angkut, dan buang sebagi solusi pengurangan sampah.
Pola pikir masyarakat diarahkan pada kegiatan pengurangan dan penanganan sampah. Pengurangan sampah meliputi kegiatan 3R yaitu reuse, reduce, dan recycle.
Sedangkan kegiatan penanganan sampah meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemprosesan akhir. Hal inilah menjadi dasar dibentuknya Bank Sampah di Desa bialo.
[irp posts="746" name="Bulukumba Osoji Club, Komunitas Lingkungan yang Lahir di Sebuah Rumah Baca"]