Mantap, Sipongi Jadi Rujukan Utama Informasi Karhutla di Indonesia

oleh -91 kali dilihat
Mantap, Sipongi Jadi Rujukan Utama Informasi Karhutla di Indonesia
Sipongi, satu Inovasi KLHKH untuk mengakses info Karhutla

Klikhijau.com – Sipongi, sebuah inovasi yang dikembangkan Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) KLHK, kini menjadi rujukan utama informasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indonesia.

Publik dapat langsung mengakses informasinya setiap saat melalui laman www.sipongi.menlhk.go.id.

Sistem informasi Sipongi menjadi dasar untuk mencegah terjadinya karhutla melalui deteksi dini hotspot/titik panas, serta menjadi sumber informasi paling valid untuk masyarakat.

“Karena sering terjadi salah pengertian di masyarakat terkait hotspot. Masyarakat seringkali mengira bahwa hotspot atau titik panas sama dengan firespot atau titik api, padahal berbeda. Sehingga perlu ada sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait hotspot dan firespot ini. Data lengkap hotspot dan firespot ada di Sipongi,” kata Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) Basar Manullang, dalam rilis pada media, Kamis 20 Agustus 2020.

Dalam diskusi Pojok Iklim yang mengangkat tema optimasi Sipongi, yang digelar sehari sebelumnya, Basar Manullang menjelaskan bahwa Sipongi memiliki sumber data yang berasal dari empat satelit yaitu Terra Aqua, NOAA, SNPP, dan Landsat 8, serta data cuaca dari BMKG.

KLIK INI:  Operasi Penindakan Kejahatan Kehutanan Terus Digiatkan

Data dalam SIPONGI juga lebih akurat karena mengandung informasi tentang lokasi hingga tingkat desa beserta status lahannya. Data juga diselaraskan setiap 30 menit, sehingga data hotspot yang dihasilkan aktual (near-real-time/mendekati waktu sesungguhnya).

“Aplikasi Sipongi masuk dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dari KemenpanRB, dan kemudian mendapatkan penghargaan Top 45, yang diserahkan langsung oleh Wapres RI Jusuf Kalla pada tahun 2019,” tuturnya.

Optimasi Sipongi

Ke depan, Basar menjelaskan rencana pengembangan Sipongi menjadi Sipongi+. Hal ini dilakukan agar informasi Karhutla dari Sipongi+ semakin dapat diandalkan, melalui sejumlah penambahan fitur dan penyempurnaan.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderajaan Jauh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) M. Rokhis Khomarudin menyampaikan perlunya optimasi penginderaan jauh untuk peningkatan kualitas data dan informasi Karhutla.

KLIK INI:  'Low Technologi', Upaya Tekan Sampah Organik Berbasis Warga

“Kita menggunakan banyak satelit untuk melakukan pemantauan Karhutla agar tidak ada momen Karhutla yang terlewatkan. Karena setiap satelit akan mengambil indera atau gambar ketika melewati wilayah Indonesia dan mengirimkannya ke pengolah data. Semakin banyak satelit, maka persentase pemantauan Karhutla semakin tinggi,” paparnya.

Rokhis menambahkan, optimasi Sipongi bisa digunakan sebagai sistem pengambilan keputusan dalam penanggulangan Karhutla di Indonesia, antara lain peringatan dini, pemantauan, pemetaan lahan dan hutan bekas terbakar.

“Sipongi sangat tepat dan akurat menjadi rujukan informasi karhutla,” tegas Rokhis.

Tenaga Ahli Menteri LHK Afni Zulkifli mengungkapkan kecepatan informasi dan ketepatan data, menjadi kebutuhan publik di era digitalisasi saat ini.

Di sisi lain terdapat tantangan, karena masyarakat masih mengedepankan ketertarikan pada ‘badnews is goodnews’, dan kurang pemahaman terkait istilah tekhnis kerja pengendalian karhutla.

“Tugas kita adalah bagaimana agar masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi yang valid dan akurat, tapi juga harus mendapatkan edukasi tentang sistem kerja pengendalian karhutla, katanya.

KLIK INI:  Ke Depan Sampah Jangan Dilihat sebagai Hal Tidak Berguna

Menurut Afni, data dan informasi yang cepat dan tepat dapat menjadi rujukan untuk menyimpulkan apa yang sedang terjadi terkait Karhutla, membantu pengambilan dan evaluasi kebijakan, serta dapat menggerakkan keterlibatan semua pihak untuk mendukung operasi kerja pencegahan karhutla.

“Sipongi sangat tepat menjadi rujukan utama yang diambil dan dipercaya oleh masyarakat tentang data karhutla. Tantangannya adalah membuat masyarakat percaya itu tentu tidak mudah. SiPongi harus terus berinovasi, informatif dan responsif. Sehingga upaya pencegahan menjadi semangat semua pihak, karena mencegah lebih baik daripada memadamkan,” katanya.

SiPongi menjadi sumber informasi karhutla terlengkap dan memiliki banyak keunggulan. Selain data near real time update per 30 menit, juga tersedia data hotspot sampai tingkat desa, informasi cuaca meliputi arah angin dan sebaran asap, luas karhutla (perhitungan citra satelit), informasi daerah rawan karhutla, hingga sampai pada fasilitasi groundcheck hotspot.

SiPongi juga sudah diseminasi publik melalui media sosial, dan sudah diluncurkan versi android sejak 2019.

KLIK INI:  Keren, 160 Anak Jadi Polisi Cilik LHK