Mantap, Pertunjukan Lumba-Lumba Asli Kini Digantikan Robot

Klikhijau.com - Pertunjukan lumba-lumba mulai dilarang dibeberapa negara. Namun, pertunjukan itu tidak akan surut. Tidak akan berhenti. Keberadaan hewan ini perlahan menyusut. Termasuk di Indonesia...

Mantap, Pertunjukan Lumba-Lumba Asli Kini Digantikan Robot
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Perusahaan yang berbasis di  Selandia Baru inilah yang membuat terobosan baru menciptakan robot lumba-lumba.

Perusahaan tersebut berharap bahwa animatronik yang biasa digunakan dalam film-film Hollywood suatu hari nanti dapat menghibur orang banyak di taman hiburan, alih-alih menggunakan hewan liar yang ditahan di penangkaran.

Harga selangit

Namun, ada satu kendala mengenai robot lumba-lumba itu, yakni harganya yang selangit mencapai Rp 382 miliar.

Lumba-lumba, serta hewan-hewan lain, sering tidak dapat bertahan hidup lama di penangkaran jika dibandingkan dengan di alam liar. Banyak aktivis pembela hewan yang telah meminta memasukkan satwa ke penangkaran dihentikan.

Meski harganya selangit, tapi ada satu keunggulan robot hasil inovasi Edge Innovations karena robot ciptaannya itu dapat bertahan lebih lama daripada lumba-lumba asli.

Melihat klaim itu, rasanya harga robot itu sangat sepadan dengan nilai tawar pada saat pertunjukannya.

Robot itu seperti dilansir dilansir dari The Guardian  akan dipamerkan di akuarium China. Prototipe robot  tersebut seberat 270 kilogram. Sehingga dijamin sangat mirip dengan aslinya dan manusia akan membedakannya.

Pengelola juga memprediksi pengunjung akuarium tak keberatan bila mereka tak melihat lumba-lumba sungguhan.

“Saat pertama kali melihat lumba-lumba itu, saya pikir itu asli,” kata seorang wanita yang berenang dengan makhluk yang dikendalikan dari jarak jauh itu.

Itu karena lumba-lumba buatan itu dapat  melesat di sekitar kolam saat sekelompok perenang berdiri di ujung yang dangkal

Lumba-lumba animatronik itu terlihat sangat mirip dengan mereka yang melompat melalui lingkaran dan melakukan akrobat di taman hiburan.

Teknologi animatronik ini dapat menjadi cara yang tepat bagi orang-orang merasakan kehidupan laut. Namun tidak membahayakan kehidupan lumba-lumba dan biota laut lainnya. Dengan teknologi secanggih itu, tentunya ada biaya besar di baliknya.

Industri taman laut telah mengalami penurunan pendapatan selama lebih dari satu dekade karena masalah etis dan biaya hidup satwa.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2