Mampukah Kita Mendukung Ecoton yang Mendesak Penghentian Pengiriman Sampah dari Australia ke Indonesia?

Klikhijau.com - Mampukah kita mendukung Ecoton yang mendesak penghentian pengiriman sampah dari Australia ke Indonesia?, gerakan tersebut digalakkan aktivis lingkungan yang tergabung dalam Yayasan Kaj...

Mampukah Kita Mendukung Ecoton yang Mendesak Penghentian Pengiriman Sampah dari Australia ke Indonesia?
Bacakan Artikel

Selain logam berat, pembakaran sampah plastik impor di tempat pembuangan ilegal di Desa Gedangrowo dan Desa Wirobiting juga memicu pencemaran dioksin, senyawa kimia yang sangat beracun.

"Dioksin dapat menyebabkan masalah kesehatan serius seperti kanker dan gangguan pada sistem reproduksi. Konsentrasi tinggi dioksin di udara telah berdampak pada kualitas udara di desa-desa tersebut, sangat merugikan terutama anak-anak dan bayi yang sangat rentan terhadap polusi udara," jelas Rafika Aprilianti, peneliti Ecoton.

Ancaman lainnya adalah mikroplastik yang berasal dari sampah plastik impor. Hasil penelitian Ecoton menunjukkan adanya partikel mikroplastik pada feses manusia, plasenta ibu hamil, sperma, dan air susu ibu (ASI) di daerah tersebut.

"Mikroplastik ini masuk ke tubuh manusia melalui jalur pencernaan dan pernapasan, menyebabkan gangguan hormonal dan berbagai masalah kesehatan serius," tambah Rafika.

Tuntutan yang Perlu Dukungan

Para aktivis menuntut agar Australia segera menghentikan pengiriman sampah plastik ke Indonesia dan bertanggung jawab atas dampak lingkungan yang ditimbulkannya. Mereka juga mendesak transparansi terkait jumlah kontaminan plastik dalam kontainer sampah kertas yang dikirim ke Indonesia dan meminta Australia untuk mengelola sampah plastiknya secara mandiri.

Surat resmi telah diserahkan kepada perwakilan Konsulat Jenderal Australia, namun massa aksi tidak diizinkan untuk melakukan audiensi. Meskipun demikian, para aktivis tetap berharap ada balasan resmi dari pihak Australia dan tindak lanjut yang nyata untuk menghentikan praktik pengiriman sampah ini.

"Aksi ini adalah bentuk perlawanan kami terhadap ketidakadilan lingkungan yang terjadi. Kami tidak akan berhenti sampai Australia menghentikan pengiriman sampahnya dan bertanggung jawab atas pencemaran yang telah mereka sebabkan di Indonesia," tutup Alaika dengan tegas.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2