Luka Karena Jerat Babi, Kaki Beruang Madu Ini Diamputasi
Klikhijau.com - Perburuan beruang atau satwa lain dengan alasan memburu babi sering terjadi di Aceh memudahkan pemburu keluar masuk hutan. Dua beruang madu (Helarctos malayanus) terkena jerat yang dip...
Klikhijau.com - Perburuan beruang atau satwa lain dengan alasan memburu babi sering terjadi di Aceh memudahkan pemburu keluar masuk hutan. Dua beruang madu (Helarctos malayanus) terkena jerat yang dipasang pemburu babi di pinggiran hutan Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh, pada 11 Juni 2019.
Masyarakat setempat mendapati satwa dilindungi itu dengan kaki terluka. Satu individu beruang usia 2-3 tahun, harus diamputasi kakinya akibat luka dari jerat babi tersebut.
Personil Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dibantu personil Balai Taman Nasional Gunung Leuser, tim Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat berhasil menyelamatkan satu individu beruang keeseokan harinya.
Sementara, satu individu lagi terpaksa dibawa ke Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
[irp posts="5470" name="Dua Jenis Burung Ini Menghilang, Kemungkinan Telah Punah"]
Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, dua beruang jantan terebut, masing-masing berusia 15 tahun dan 2-3 tahun. “Yang jantan besar karena tidak terluka parah, setelah jerat dilepaskan dari kakinya, langsung dilepaskan ke hutan. Untuk yang kecil, harus dirawat dahulu,” terangnya.
Sapto mengatakan, pada 14 Juni 2019, kaki belakang anak beruang tersebut diamputasi. Dalam perkembangannya, belum bisa dipastikan apakah bisa dilepaskan ke hutan atau tidak. Kasus beruang yang terluka akibat jerat babi sudah terjadi beberapa kali di Aceh. Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak buruk pada populasi keseluruhan.
Sabri, warga Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya mengatakan, daerahnya memang sering didatangi pemburu babi asal Nias, Sumatera Utara. Masyarakat tidak mempermasalahkan, karena babi memang dianggap hama oleh masyarakat.
“Mereka beberapa kali datang ke sini untuk menangkap babi, tapi saat ini kami tidak tahu keberadaan mereka. Warga beberapa kali sudah mengingatkan agar para pemburu tidak memasang jerat sembarangan,” ujarnya.
Sebelumnya, pada 13 April 2019, personil Reskrim Polres Aceh Barat, Aceh, menangkap lima masyarakat yang memperjualbelikan beruang madu. Mereka diciduk di Desa Leuhan, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat.
Kasat Reskrim Polres Aceh Barat, Iptu Muhammad Irsal mengatakan, beruang madu hasil perburuan ilegal itu hendak dijual ke penampung asal Sumatera Utara.
[irp posts="5118" name="Begini Cara Simpanse Afrika Bertahan Hidup di Habitat tanpa Hutan"]