Lima Hal Istimewa di Desa Kunyi yang Membuatnya Layak Berlabel ProKlim

oleh -1,106 kali dilihat
Lima Hal Istimewa di Desa Kunyi yang Membuatnya Layak Berlabel ProKlim
Desa Kunyi

Polewali, Klikhijau.com – Program Kampung Iklim (ProKlim) adalah program berlingkup nasional yang dikembangkan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Tujuannya, mendorong partisipasi aktif masyarakat dan seluruh pihak dalam melaksanakan aksi lokal, demi meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim dan pengurangan emisi GRK.

Melalui pelaksanaan ProKlim, Pemerintah memberikan penghargaan terhadap masyarakat di lokasi tertentu yang telah melaksanakan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan.

Program ini mendapat respon tinggi dari masyarakat. Sejumlah desa dan kampung telah berbenah menjadi “pelopor” dari program ini.

Seperti diketahui, penghargaan sebagai Proklim dapat diberikan pada wilayah minimal setingkat dusun/dukuh/RW atau maksimal setingkat desa/kelurahan atau yang dipersamakan dengan itu.

KLHK akan menerima pencalonan lokasi yang diusulkan untuk mendapatkan penghargaan ProKlim dari berbagai pihak yang mengetahui telah dilaksanakannya aksi lokal adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di suatu lokasi secara berkelanjutan.

KLIK INI:  Gatering PT Mitra Hijau Asia ke Thailand, Ini Keseruannya!

Dari sebuah desa yang berbukit nan hijau di Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar, desa Kunyi namanya. Desa ini sedang diusulkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat sebagai desa ProKlim.

Kepala Bidang Penataan dan Penataan Kapasitas Lingkungan Hidup, DLH Polman, Hikmah Ian, yang menginisiasi pencalonan desa Kunyi sebagai desa ProKlim.

Pembinaan mulai dilakukan sejak akhir tahun 2018. Rencananya, DLH Polman akan mengajukan desa Kunyi pada KLHK sebagai desa Proklim pada Maret tahun ini.

“Semoga bisa lolos dan ditetapkan sebagai kampung iklim utama,” kata Hikmah.

Berikut ini 5 hal istimewa di desa Kunyi yang membuatnya layak mendapatkan penghargaan ProKlim.

1.  Pemanfaatan Sumber Mata Air

Di Bulu Kunyi, warga sudah memanfaatkan air dari mata air gunung, khususnya di dusun Rarekang. Sumber air dari mata air gunung sangat melimpah, sehingga warga tidak kesulitan mendapatkan air bersih.

2 . Ada kolam ikan di setiap rumah

Setiap rumah warga telah dibuat kolam ikan untuk memenuhi kebutuhan protein setiap rumah. Kolam di rumah warga bahkan dibuat dengan estetika tinggi. Dikelilingi rindang bunga-bunga dan tanaman khas yang menjuntai.

3.  Pemanfaatan pekarangan rumah

Setiap rumah di desa ini juga menata pekarangannya agar tampak asri. Beragam tanaman pekarangan dan tanaman obat keluarga di tanam. Uniknya, warga di sana kreatif memanfaatkan limbah sebagai media menanam.

KLIK INI:  Mubes ke-3, Sispala GEMPA SMKN 2 Bulukumba Dipimpin Perempuan
4.  Setiap rumah juga punya ternak

Hampir semua warga desa Kunyi beternak ayam mau pun kambing. Hal ini, membuat warga memperoleh nilai tambah secara ekonomi dari hasil ternaknya. Lingkungan yang subur dan hijau sangat mendukung peternakan di desa Kunyi. Warga dapat hidup mandiri dan berdaya.

5.  Kolaborasi dan partisipasi warga

Menariknya, kekompakan warga di desa Kunyi tidak diragukan lagi. Kolaborasi dan kerjasama antara warga dan pemerintah setempat, terutama ibu-ibu sangat baik dalam hal menata lingkungan desa.

Desa Kunyi ini memang berada pada kawasan hutan sehingga semua pihak perlu terlibat melakukan support kepada masyarakat agar hutan terus terjaga. Sebab, bila hutan terjaga, maka sumber air juga akan terjaga.

“Dengan pembinaan ProKlim di desa ini kami berharap semua warga desa semakin berdaya dan semakin mandiri dalam melakukan adaptasi dan mitigasi,” jelas Hikmah.

Galeri Foto

KLIK INI:  FOTO: Eksoktika Alam di Gonda Mangrove Park