Lebah yang Paling Dicari di Dunia Ditemukan di Kepulauan Maluku

oleh -191 kali dilihat
Seekor lebah raksasa
Seekor lebah raksasa kembali ditemukan di Kepulauan Maluku, Indonesa/foto-cnn.com
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com- Pada tahun 1858 seorang naturalis dan penjelajah Inggris, Alfred Russel Wallace, mengungkapkan keberadaan lebah di Maluku yang berbeda dari lebah pada umumnya, sebab ukurannya jauh lebih besar.

Pada tahun 1981 sejumlah ilmuwan menemukan beberapa spesimen lebah tersebut.  Tetapi setelah itu, lebah tersebut menghilang, dan tidak pernah lagi ditemukan. Namun, kini lebah raksasa yang dikenal dengan nama Wallace, sesuai nama yang menemukannya kembali ditemukan para ilmuan di kepulauan Maluku, Provinsi Maluku Utara. Sebelumnya para ilmuan telah menganggap lebah tersebut telah punah.

Penemuan itu meningkatkan harapan bahwa hutan di kawasan tersebut masih menyimpan salah satu serangga yang paling langka dan banyak dicari di dunia. Indonesia tentu patut berbangga, sebab menjadi “pemilik” lebah raksasa di muka bumi ini.

KLIK INI: Mysticellus, Katak Misterius yang Ditemukan di Kubangan Jalan

Seperti yang muat cnn.com, 22 Februari 2019, pada bulan Januari, tim yang mengikuti jejak Wallace – saat melakukan perjalanan di Indonesia – berusaha menemukan dan memotret lebah itu.

“Sangat mengejutkan melihat serangga ‘bulldog terbang’, yang kami tidak yakin masih hidup, ternyata ada di depan kami di alam liar,” kata fotografer sejarah alam, Clay Bolt, yang pertama kali mengambil foto dan video spesies tersebut dalam keadaan hidup.

“Benar-benar melihat betapa indah dan besarnya spesies ini dalam keadaan hidup, dan mendengar suara sayap raksasanya terbang di atas kepala saya, sangat menakjubkan,” katanya.

KLIK INI: Lidah Biru Lucky Mengagetkan Petugas di Australian Reptile Park

Anggota tim dan ahli lebah, Eli Wyman, dari Princeton University, berharap penemuan kembali ini akan memicu penelitian selanjutnya untuk lebih memahami sejarah kehidupan lebah dan memberikan informasi usaha lanjutan untuk melindunginya dari kepunahan.

Kelompok lingkungan, Global Wildlife Conservation (GWC), telah meluncurkan pencarian sedunia bagi “spesies hilang” yang mendukung penelitian ini.

“Dengan menjadikan lebah sebagai simbol konservasi dunia, kami yakin bahwa spesies ini mempunyai masa depan yang lebih cerah dari pada jika kita hanya membiarkannya terlupakan,” kata Robin Moore.

Penemuan lebah raksasa menjadi kabar gembira bagi pencinta dan peneliti fauna, khususnya di Indonesia, dan yang lebih penting dari penemuan tersebut adalah berusaha melindunginya agar tidak punah. (ir)