Lauren, Si Manis yang Hidup Tanpa Sampah

oleh -186 kali dilihat
Lauren, Si Manis yang Hidup Tanpa Sampah
Lauren Singer
Irhyl R Makkatutu
Latest posts by Irhyl R Makkatutu (see all)

Klikhijau.com – Berapa sampah yang telah kau hasilkan selama 4 tahun terakhir? Jujur saja, jika pertanyaan itu disodorkan kepada saya, saya sulit menjawabnya.

Barangkali juga kamu akan mengalami hal yang sama. Sebab setiap hari kita memproduksi sampah, entah itu dari pembungkus roti atau nasi kuning yang kita beli di pinggir jalan.

Membungkusnya lalu membawanya pulang ke rumah. Dibungkus dengan kemasan plastik pula.

Tapi, jika pertanyaan itu kau utarakan kepada si cantik Lauren Singer, ia akan menjawabnya dengan mudah, bahkan terlalu mudah pertanyaan itu bagi perempuan yang lahir Kota New York, Amerika Serikat tersebut.

Tahun 2017 lalu, Dream.co.id pernah memuat berita tentang Lauren Singer di laman situsnya.

KLIK INI:  Sambangi Banyuwangi, Erick Thohir Bersama Bank Mandiri Dukung EcoRanger

Rasanya berita itu telah cukup lama, tapi apa yang dilakukan Lauren dengan kampanye zero waste yang tidak muluk-muluk, masih sangat patut diapresiasi hingga bertahun-tahun ke depan.

Ia telah mendedikasikan hidupnya tidak memproduksi sampah sebanyak yang kita hasilkan. Ia  ingin membuktikan kepada dunia bahwa gaya hidup yang bebas sampah memang mungkin dilakukan

Gadis manis itu,  jika ditanya berapa sampah yang dihasilkan selama 4 tahun, seperti yang telah saya katakan tadi, ia akan menjawabnya dengan sangat mudah.

Bahkan mungkin ia akan menjawabnya tanpa berpikir panjang dengan mencoba menghitung sampah yang dihasilkan dengan jari tangannya. Lauren tidak akan melakukan itu.

Ia langsung akan menjawabnya, satu toples selama 4 tahun. Iya, jawaban itu benar seperti yang ditampilkan Dream.co.id dan beberapa situs lainnya, Lauren hanya menghasilakn satu toples sampah selama 4 tahun.

Gaya hidup zero waste

Ia telah memulai gaya hidup zero waste (tidak menghasilkan sampah sama sekali) saat masih menjadi mahasiswi jurusan teknik Lingkungan di New York University (NYU).

Semasa kuliah, ia membuat proyek yang bertujuan meminimalisasi sampah yang terbuang. Lauren mengaku, ada dua hal yang membuatnya memilih hidup ramah lingkungan.

KLIK INI:  Peduli Lingkungan, Bisa Dimulai dari 10 Tindakan Sederhana Ini!

Pertama, saat dosennya, Profesor Jeffrey Hollender, memberikan perkuliahan tentang pentingnya hidup dengan menjunjung tinggi nilai-nilai yang dimiliki.

Kedua, saat Lauren melihat teman kampusnya selalu membawa bekal makan siang menggunakan kantong plastik sekali pakai.

Dua hal itulah yang membuat alur hidupnya berubah, ia lebih mencintai lingkungannya. Dan ia membuktikan cintanya itu dengan tidak menghasilkan sampah secara berlebihan.

Kamu bisa bayangkan, seseorang hidup di kota sebesar Amerika dan hanya menghasilkan 1 toples sampah selama 4 tahun.

Itu sesuatu yang fenomena, sosoknya menginsipirasi, karena itulah tulisan ini dibuat dan masuk ke rubrik sosok klikhijau.com

Lewat sebuah video, Lauren Singer membeberkan cara hidup anti mainstremnya dengan tidak menghasilkan sampah apa-apa.

Mulai dari membuat pasta gigi, deodoran, dan sabun cuci sendiri. Hingga berhenti membeli produk berkemasan dan mulai membawa tas serta botol sendiri untuk diisi produk-produk grosiran di pasar swalayan

Apa yang dilakukan Lauren Singer memang patut diapresiasi dan ditiru. Kalau belum bisa membuat pasta gigi, deodoran, dan sabun cuci sendiri.

Setidaknya saya dan kamu bisa memulainya dengan membawa tas sendiri saat belanja yang bisa mengurangi produksi sampah. Atau membawa air minum dalam botol sendiri, semisal tumbler.

KLIK INI:  KLHK Bakal Kirim Balik Sampah Impor Asal Australia