Lagi, Sebuah Studi Tegaskan Dampak Polusi Udara Terhadap Anak

oleh -178 kali dilihat
Lagi, Sebuah Studi Tegaskan Dampak Polusi Udara Terhadap Anak
Dampak polusi udara terhadap anak/Foto-detik.com

Klikhijau.com – WHO menetapkan polusi udara memiliki kandungan karsinogen penyebab kanker. Tak hanya kanker, udara yang buruk juga menyebabkan penyakit asthma, stroke, kompilasi kehamilan, penyakit hati, dan lain sebagainya. WHO memperkirakan sembilan dari sepuluh orang menghirup polusi udara.

Lebih jauh, seperti dilansir dari laman Invers, mental menjadi sasaran dampak polusi ini. Studi dari Environmental Health Perspectives menunjukkan efek polusi udara terhadap mental anak-anak.

Studi yang mengambil sampel lebih dari 6000 anak-anak melaporkan anak-anak mengalami kecemasan, depresi, perasaan tertekan, dan berbagai kondisi mental lain akibat kondisi udara yang buruk.

Ketika anak berusia 12 tahun mendapatkan paparan polusi yang intens, maka pada umur 18 tahun dia akan mengalami depresi mayor.

KLIK INI:  Baha Polusi Udara Bagi Anak yang Perlu Diketahui

Efek jangka pendek bagi anak dan remaja berupa tindakan-tindakan berbahaya seperti histeria hingga bunuh diri. Ini diperkuat dengan naiknya kunjungan anak-anak ke ruang gawat darurat karena terpapar polusi.

Masuknya anak-anak ke ruang tersebut juga memiliki kaitan dengan kesehatan mental.

“Harapannya ini akan memacu masyarakat untuk lebih saling memiliki dan menjadi lebih termotivasi untuk melakukan aksi mengatasi ini,” kata Cole Brokamp pemimpin penelitian, yang juga asisten professor di Department of Pediatrics, Universitas Cincinnati.

Peningkatan kadar myo-inositol di otak sebagai respon neuroinflamasi terhadap polusi udara menjadikan neurokimia di otak menjadi berubah. Ini berdampak pada gangguan kecemasan pada anak-anak.

KLIK INI:  Ini Penyebab Polusi Udara, Salah Satunya Mungkin Sering Kita Lakukan

Kondisi ini diperburuk ketika si anak tinggal di lingkungan kumuh, miskin, dan minim sumber daya. Berbeda dengan anak yang hidup di lingkungan yang lebih sejahtera.

“Orang-orang yang tinggal di komunitas dengan sumber daya rendah juga menghirup udara buruk karena area ini kemiskinan dan pengembangannya tinggi. Ada lebih banyak sumber polutan,” kata Brokamp.

Polutan ini berasal dari bermacam-macam sumber. Beberapa bisa dilihat dengan mata, beberapa tidak. Seperti asap hasil pembakaran fosil untuk bahan bakar dan transportasi seperti mobil, truk, kereta, juga berasal dari proses industrial (pabrik-pabrik).

Ada beberapa cara mencegah diri dari bahaya partikel polutan ini. Hindari aktivitas di luar ruangan yang memiliki polusi udara tinggi, pilih tinggal jauh dari jalan raya atau daerah industrial.

Kenakan masker wajah untuk menyaring udara yang masuk, dan gunakan sepeda ketika ke sekolah atau pergi bekerja.

KLIK INI:  Mely, Bayi Mungil Orangutan ke-100 yang Lahir di SM Lamandau Kalteng