Lagi, Indonesia Sumbang CB Baru untuk Dunia

oleh -65 kali dilihat
Lagi, Indonesia Sumbang CB Baru untuk Dunia
Samota ditetapkan sebagai CB baru Indoesia/foto-GenPI.co
Irhyl R Makkatutu
Latest posts by Irhyl R Makkatutu (see all)

Klikhijau.com – Pada sesi 31st International Co-ordinating Council Man and Biosfer (ICC MAB) di Paris. Dua Cagar Biosfer (CB) baru Indonesia ditetapkan dan dideklarasikan. Total luasnya 2.916.116 Hektar (Ha).

Keduanya adala CB Togean Tojo Una-una, di Kabupaten Tojo Una Una, Provinsi Sulawesi Tengah dan CB Saleh-Moyo-Tambora (Samota) Provinsi Nusa Tenggara Barat.

CB Togean Tojo Una-una memiliki luas 2.187.632 Ha merupakan bagian dari Coral Triangle Area. Rincian Core Zone seluas 368.464 Ha, Buffer Zone 281.136 Ha. Transition Zone seluas 1.538.032 Ha. Terdiri dari wilayah perairan seluas 1.053.630 Ha dan daratan seluas 484.402 Ha.

KLIK INI:  Bagi Siti, Penyelamatan Ekosistem Danau Sangat Urgen

CB ini merupakan keterwakilan ekosistem dan melindungi banyak ekosistem. Di antaranya pantai, padang lamun, dan terumbu karang terpenting di wilayah World Coral Triangle.

Untuk CB Samota sendiri,  yang ditetapkan luasnya   728.484,44 Ha. Terbagi atas  Core Zone seluas 115.207,10 Ha, Buffer Zone seluas 138.731,86 Ha dan Transition Zone 474.545,48 Ha.

Perlindungan ekosistem

CB Samota merupakan keterwakilan dan perlindungan berbagai tipe ekosistem di wilayah Lesser Sunda. Semisal flora dan fauna di gunung api Tambora, Pulau Moyo, dan kekayaan satwa perairan di Selat Saleh.

Semua CB Indonesia mewakili hampir seluruh tipe ekosistem dan fenomena geologi di Indonesia. Mulai dari hutan tropis di berbagai ketinggian, pegunungan api aktif hingga nilai peninggalan sejarah arkeologi dan fenomena geologi dan kegunungapian. Karena itu, cagar-cagar biosfer di seluruh Indonesia menyandang nilai-nilai sangat penting dan bersifat lokal sekaligus global.

Pengelolaan kawasan konservasi yang sesuai dengan konsep pengelolaan suatu CB seperti pengelolaan Core Zone (CZ). Hal ini dapat memberikan akses kepada masyarakat di sekitarnya, dan sebaliknya.

KLIK INI:  Indonesia - UN Environment Perkuat Kerja Nyata Atasi Sampah Laut

Selain itu, pengelolaan Buffer Zone (BZ), di mana masyarakat desa dengan jutaan jiwa tergantung dan menggantungkan hidupnya dari kesehatan kondisi hutan/perairan yang menjadi CZnya, dapat aktif terlibat dalam penyelematan CZ.

Selanjutnya adalah pembangunan di Transition Zone (TZ). Pembangunan ini selalu memperhatikan prinsip-prinsip kelestarian dan menjamin minimalnya dampaknya pada BZ dan CZ. Termasuk riset di semua zona tersebut dapat mendukung penerapan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.

Dengan ditetapkannya dua CB tersebut, berarti Indonesia telah menyumbang banyak CB untuk dunia.

KLIK INI:  Daerah Pendukung Konservasi akan Dapat Insentif Fiskal?