Kue Hangus, Teman Ngopi yang Pas di Musim Hujan

oleh -1,086 kali dilihat
Kue Hangus, Teman Ngopi yang Pas di Musim Hujan
Paranggi atau apang paranggi. teman ngopi yang pas di musim hujan/foto-Ist
Irhyl R Makkatutu
Latest posts by Irhyl R Makkatutu (see all)

Klikhijau.com – Nama sebenarnya apang paranggi, kadang pula disebut paranggi. Penamaan kue hangus hanya berlaku bagi ponakan saya yang masih berusia 3 tahun lebih

Ketika Ibu sedang membuat paranggi di dapur, ponakan saya itu datang melihatnya. Melihat wadah pembakaran paranggi berupa wajan tanah liat yang terlihat seperti hangus, spontan saja ia menyebut neneknya (ibu saya) sedang membuat kue hangus.

Paranggi merupakan kue lembab, sejenis brownis, juga bisa dikatakan menjadi kue khas Bulukumba, Sulawesi Selatan. Sebab seingat saya, belum pernah temukan di daerah lain.

Cara membuatnya terlihat sederhana, gula merah yang dicairkan lalu dituang ke dalam tepung beras menjadikan paranggi gurih, rasa manisnya sangat kental. Sangat pas dihidangkan bersama kopi dan teh hangat di musim hujan atau di pagi hari.

KLIK INI:  Okra, Sayuran Berlendir Kaya Manfaat yang Bisa Jadi Tanaman Pot

Namun, yang terliaht sederhana dan mudah kadang dalam praktiknya tidaklah mudah. Seperti membuat paranggi, wadah pembakaran berupa wajan sangat jarang ditemukan. Harus buat khusus oleh ahlinya. Wadah itulah yang membuat Nada menamainya kue hangus.

Wajan ini terbuat dari tanah. Jika ingin dengan hasil yang maksimal dibakar menggunakan arang atau kayu. Tapi tidak seperti wajan pada umumnya. Di wajan itu ada beberupa lubang yang menjadi cetakan paranggi. Penutupnya juga terbuat dari tanah liat yang dipadatkan.

Paranggi biasanya mudah ditemukan ketika hari pasar, seperti di kampung saya, Kindang. Harganya terbilang terjangkau 500 rupiah hingga 1.000 rupiah.

Meski lumayan laku, pembuat apang paranggi mulai jarang. Selain wadahnya, barangkali karena membuat adonanya harus pas untuk menghasilkan kue yang enak. Gula merah dan telurnya harus pas, kalau tidak sesuai takaran, biasanya terhambur, tidak renyah. Kadang keras.

Dulu, kue paranggi ini merupakan makanan istimewa pada setiap hajatan pesta. Dihidangkan untuk tamu-tamu khusus, namun sekarang mulai tersingkir oleh serbuan kue-kue modern

Tapi, bila kamu berkunjung ke Bulukumba, akan saya coba bujuk Ibu saya membuat kue paranggi. Kue yang “seenaknya” diubah namanya oleh ponakan saya menjadi kue hangus.

KLIK INI:  Kenalkan si Kejam yang Mampu Menggoyang Lidah dari Mallawa