Komisi IV DPR RI Dukung Pengembangan Wisata Alam Papua

oleh -195 kali dilihat
Komisi IV DPR RI Dukung Pengembangan Wisata Alam Papua
Teluk Youtefa, Papua/foto-Pegipegi
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Dukungan mengalir dari Komisi IV DPR RI kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Dukungan itu terkait program dan kebijakan KLHK dalam pengembangan wisata alam di Papua.

Dukungan tersebut disampaikan pada acara Rapat Koordinasi (Rakor) Pembinaan dan Pengendalian Kegiatan Perencanaan dan Evaluasi LHK Ekoregion Papua yang diselenggarakan oleh KLHK di Jayapura, Jumat, 2 Agustus 2019.

Rakor tersebut sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun RI ke-74: SDM Unggul Indonesia Maju. Selain dibuka oleh Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono, Rakor tersebut juga menghadirkan narasumber. Antara lain Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Viva Yoga Mauladi, KRT Darori Wonodipuro, Yus Sudarso, Rahmad Handoyo, Fadholi dan Kasiyah.

KLIK INI:  Ekidna, Si Moncong Panjang Khas Papua yang Tak Populis dan Terancam Punah

Bambang Hendroyono memberikan penekanan akan pentingnya penyesuaian Rencana Kehutanan Tingkat Nasional (RKTN) 2010-2030. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Langkah-langkah korektif KLHK sejak tahun 2015-2019 serta arahan penyusunan Rencana Kerja 2020.

“RKTN 2010-2030 perlu dilakukan penyempurnaan dan penyesuaian. Dengan RPJMN 2020-2024 dan langkah-langkah korektif yang telah dan akan dilaksanakan KLHK. Itu dijadikan dasar penyusunan Rencana Kerja 2020” ujar Bambang.

Pada Rakor tersebut, Komisi IV DPR RI berkesempatan untuk melakukan dialog dengan para peserta. Dialog itu dilakukan usai kunjungan kerja ke Taman Wisata Alam (TWA) Teluk Youtefa.

Penambahan perahu wisata

Viva Yoga Mauladi menyampaikan, Komisi IV DPR RI memberikan apresiasi kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE). Meskipun dengan keterbatasan anggaran dan personil polisi kehutanan, namun tetap semangat mengelolaan kawasan konservasi yang luasnya lebih dari 1 juta hektar.

KLIK INI:  Gakkum LHK Bersama Lantamal VI Amankan Kayu Ilegal Sebanyak 57 Kontainer dari Papua di Makassar

Saat melakukan kunjungan kerja ke TWA Teluk Youtefa. Yang merupakan ikon wisata alam masyarakat Jayapura. Komisi IV DPR RI mengusulkan penambahan perahu wisata dan bagan terapung yang dilengkapi dengan restoran terapung.

“Perahu wisata dan bagan terapung yang dilengkapi restoran terapung yang akan diadakan oleh Balai Besar KSDA Papua. Ini nantinya dikelola oleh masyarakat Teluk Youtefa. ini juga akan melengkapi fasilitas jembatan merah yang telah diresmikan oleh Presiden RI beberapa waktu yang lalu,” ujar Fadholi, anggota Komisi IV.

Anggota Komisi IV yang lain, Darori Wonodiningrat yang turut hadir juga memberikan masukan kepada KLHK.

“Rentang kendali KLHK sangat luas (13 Eselon I) sehingga diperlukan Wakil Menteri LHK.  Selain itu, kami juga mengusulkan agar UPT Direktorat Jenderal KSDAE dapat melakukan penegakan hukum di wilayahnya, tidak harus menunggu dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum yang tidak selalu ada di provinsi atau hanya setingkat Eselon IV,” ujar Darori.

KLIK INI:  Masih Ingat Selundupan 57 Kontainer Kayu Asal Papua? Begini Sekarang Kasusnya

Hasil kunjungan kerja ini akan dijadikan bahan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR RI dengan Direktur Jenderal KSDAE. Sehingga dapat dilakukan penambahan personil (dengan persetujuan Kemenpan Dan RB), penambahan peralatan, maupun anggaran.

Menanggapi masukan dari Komisi IV DPR RI tersebut, Bambang memberikan arahan Kepada Sekretaris Ditjen/Irjen/Badan, Kepala Pusat, Kepala Biro dan Kepala UPT KLHK agar menindaklanjuti arahan Anggota Komisi IV DPR RI.

“Dengan pelaporan yang baik, program dan kebijakan KLHK dapat disampaikan kepada publik dan seluruh pihak demi kesejahteraan rakyat Indonesia,” tutup Bambang.

KLIK INI:  Lagi, Gakkum KLHK Amankan 384 kontainer Kayu Ilegal asal Papua Senilai Ratusan Milyar