Klikhijau Edukasi Warga Kelurahan Sambung Jawa Daur Ulang Jelantah

oleh -25 kali dilihat
Klikhijau Edukasi Warga Kelurahan Sambung Jawa Daur Ulang Jelantah
Edukasi warga daur ulang jelantah di Kelurahan Sambung Jawa Kota Makassar - Foto: Ist

Klikhijau.com – Sebagai upaya mendukung pengolahan sampah berbasis warga, Klikhijau menfasilitasi pelatihan pengolahan minyak jelantah jadi sabun cuci di Baruga Kelurahan Sambung Jawa Kota Makassar, Minggu (20/11/2022).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan skill dan pengetahuan warga dalam menangani limbah minyak jelantah secara bijak.

“Kita tahu, minyak jelantah dari rumah tangga umumnya dibuang begitu saja ke lingkungan tanpa ada penanganan khusus. Padahal minyak jelantah bisa dibawa ke bank sampah untuk dijual atau diolah kembali diantaranya sebagai sabun cuci,” kata Yusrawati, fasilitator pelatihan.

Pelatihan ini diikuti sekira 15 peserta dari ibu rumah tangga di Kelurahan Sambung Jawa.

Pemateri yang memberikan edukasi dan praktik pada pelatihan ini adalah praktisi bank sampah Andi Siti Zaenab Amir dan Sinta. Keduanya concern dalam penanganan sampah dan daur ulang mintak jelantah.

“Minyak jelantah adalah minyak yang telah digunakan lebih dari dua kali atau tiga kali penggorengan, dan dikategorikan sebagai limbah karena dapat merusak lingkungan bahkan menimbulkan ragam penyakit,” kata Siti Zaenab pada pengantar diskusi.

KLIK INI:  Kearifan Lokal Suku Kajang dalam Melestarikan Hutan

Zaenab menambahkan, sejauh ini limbah jelantah belum tertangani dengan baik akibat minimnya informasi dan pemahaman. Padahal, limbah minyak jelantah memiliki dampak negatif terhadap lingkungan maupun kesehatan.

“Minyak jelantah yang terbuang ke got dapat menyumbat drainase atau saluran air sehingga mengundang bakteri berkembang biak. Selain itu, limbah satu ini jua dapat menimbulkan pencemaran tanah dan pencemaran air yang memicu terjadinya banjir,” ucapnya.

Dari segi kesehatan, Kata Zaenab, bahaya minyak jelantah bila digunakan lagi sangatlah berisiko antara lain penyakit jantung, kanker dan kolestrol.

“Karena itu, kami intens mengedukasi daur ulang minyak jelantah. Ada dua cara yang bisa dilakukan antara lain Pembuatan lilin dari minyak jelantah dan pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah,” tambahnya.

Pada pelatihan yang digelar bersama Klikhijau, warga dilatih secara spesifik mengolah jelantah jadi sabun cuci.

KLIK INI:  Nada Peradaban dengan Nuansa Bambu di Desa Toddopulia Maros

Materi ini membuat warga sangat antusias mengingat semua peserta mengaku belum punya pengalaman dan pengetahuan tentang daur ulang jelantah.

“Pelatihan ini sangat baik dan berguna bagi kami ibu-ibu rumah tangga. Sejauh ini mintak jelantah di rumah memang hanya dibuang saja,” kata Chaerunnisa, seorang warga yang ikut pelatihan.

Pelatihan berlangsung meriah karena warga langsung praktik dan dalam waktu singkat dapat memproduksi sabun cuci yang siap pakai.

Adapun bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan sabun dari minyak jelantah antara lain:

  • 80 gram soda api.
  • 175 ml air.
  • 500 ml minyak jelantah.
  • Secukupnya essential oil atau molto.

Adapun cara pembuatannya terbilang simpel sebagaimana dipraktikkan langsung peserta pelatihan di Kelurahan Sambung Jawa. Pertama-tama masukkan air ke dalam waadah, lalu masukkan soda api. Aduk sampai larut, setelah itu masukkan minyak jelantah, essential oil dan pewarna. Setelah bercampur rata masukkan adonan ke dalam cetakan yang disiapkan. tunggu sampai mengeras sekira 24 jam.

“Kami akan segera praktik di rumah. Terima kasih, pelatihan ini sangat bermanfaat untuk kami ibu-ibu rumah tangga,” kata Nafi, warga yang ikut pelatihan.

KLIK INI:  P3E Suma KLHK dan Klikhijau Membersamai Festival Palik-palik Komunitas Tobonga