KLHK: Curah Hujan Tinggi Jadi Penyebab Utama Banjir Kalsel

Klikhijau.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengatakan, curah hujan yang tinggi jadi penyebab utama terjadinya banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel). Hal itu ditegaskan oleh D...

KLHK: Curah Hujan Tinggi Jadi Penyebab Utama Banjir Kalsel
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengatakan, curah hujan yang tinggi jadi penyebab utama terjadinya banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Hal itu ditegaskan oleh Direktur Perencanaan dan Evaluasi Pengendalian Daerah Aliran Sungai KLHK Saparis Soedarjanto, secara daring, Selasa 19 Januari 2021.

"Kita bisa menyimpulkan sedikit saja dari informasi ini, hujanlah faktor utama yang menyebabkan banjir karena dia tinggi sekali hujannya," kata Saparis.

Dalam acara tersebut, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK Karliansyah menyebut lokasi banjir berada pada daerah aliran Sungai (DAS) Barito. Tercatat ada 11 kabupaten di Kalsel yang terendam banjir selama 10-17 Januari 2021.

Karliansyah menerangkan curah hujan normal di Kalsel pada Januari 2020 sebesar 304 mm. Sedangkan pada 9-13 Januari 2021, curah hujan harian di Kalsel sebesar 461 mm.

"Terdapat (peningkatan) 8-9 kali lipat," ucapnya.

Akibat curah hujan tinggi, DAS Barito tidak dapat menampung kenaikan volume air. Menurut Karliansyah, DAS Barito hanya dapat menampung volume air 238 juta m3. Sementara itu, air yang masuk saat hujan dengan curah tinggi, DAS Barito menerima volume air 2,08 miliar m3.

Lebih lanjut Karliansyah menerangkan sistem drainase juga tidak mampu mengalirkan air dengan volume besar.

"Lokasi banjir merupakan daerah datar dan evaluasi rendah dan bermuara di laut, sehingga merupakan daerah akumulasi air dengan tingkat drainase rendah," katanya.

KLHK merekomendasikan kepada pemerintah daerah untuk membuat bangunan konservasi tanah dan air, terutama di daerah yang limpasannya ekstrem.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2