Kisah Tini, Perempuan Tuna Netra Penjaga Owa Jawa di Hutan Lekong

oleh -629 kali dilihat
Kisah Tini, Perempuan Tuna Netra Penjaga Owa Jawa di Hutan Lekong
Tini Kasmawati/Foto-youtube

Klikhijau.com – Masih hangat di ingatan kita tentang peringatan hari Keanekaragaman Hayati yang jatuh pada tanggal 22 Mei 2019. Tak hanya para peneliti, pemerhati, dan komunitas-komunitas ternama, tapi sosok sederhana di Sukabumi Jawa Barat juga ikut meriahkan Hari Keanekaragaman Hayati.

Sebut saja Tini Kasmawati, seorang perempuan yang berasal dari Kampung Cimaranginan, Desa Lengkong, Lengkong, Sukabumi, Jawa Barat. Tini, sapaan akrabnya memiliki keterbatasan tidak dapat melihat atau tuna netra. Meski begitu, dia tidak buta untuk menjaga primata langka Owa Jawa.

Ia tak ingin generasi yang akan datang hanya dapat mendengar cerita tentang Owa Jawa. Tini sejak tahun 2014 seorang diri menjadi penjaga dan pemerhati Owa Jawa kesayangannya yang masih bergelayut manja di Hutan Lekong. Meski sendirian, dirinya tidak gentar. Hingga pada akhirnya masyarakat sekitar Hutan Lengkong pun turut membantunya.

Tini bertutur, makin berkuranganya cadangan makanan di hutan membuat kawanan Owa Jawa ini mencari makan ke luar hutan.

KLIK INI:  Potensi Desa Gambut di Hari Keanekaragaman Hayati

Alhasil, tak jarang Tini pun harus berurusan dengan petani yang marah ketika kebun buahnya diserang oleh segerombolan Owa Jawa yang dikenal dekat dengan Tini.

“Saya memberikan nama pada mereka, dan saya tau berapa jumlah mereka dan dimana saja mereka. Ketika saya panggil, mereka akan datang,” sambung Tini.

Ia juga sempat sedih saat ada Owa Jawa yang mati pada bulan Desember 2018 lalu karena tersengat aliran listrik. Menurutnya, ada sekitar 40 Owa Jawa yang saat ini menyebar di area hutan produksi milik Perhutani di Kecamatan Lengkong.

Kawanan Owa Jawa tersebut menjadi keluarga besar Tini yang selalu ia perhatian keberadaannya. Bahkan ikatan batin antara Tini dan sekawanan Owa Jawa itu sudah sangat kuat. Hewan primata yang saat ini sudah diambang kepunahan akibat pembalakan hutan itu benar-benar berada dalam pengawasan Tini.

“Setelah lebih dari lima tahun saya konsen dan mengabdikan diri pada konservasi Owa Jawa, satu kali saya mendapat bantuan. Itu pun dari pemerintah desa, bukan dari pemerintah pusat atau balai penelitian,” tegasnya.

KLIK INI:  New Ome, Aplikasi yang Lahir Agar Masyarakat Lebih Peduli Terhadap Ekosistem

Atas kegigihannya dalam menjaga keanekaragaman hayati, Liputan 6 menganugrahkan penghargaan atas perjuangannya yaitu dalam kategori lingkungan pada Liputan 6 Awards yang di gelar di Jakarta pada Sabtu, 25 Mei 2019.

Pada tahun 2019 ini liputan 6 Awards memberikan penghargaan kepada insan-insan inspiratif di Indonesia dengan kategori Kesehatan, Lingkungan, Pantang Menyerah, Komunitas Kemanusiaan, dan Olahraga.

“Kesulitannya yang pertama adalah biaya. Kedua ini (keterbatasan tubuh). Pertama terjun kaki, mata saya masih normal, tapi (sekarang sulit),” kata Tini sambil terharu di acara Liputan6 Awards, SCTV Tower, Jakarta Selatan, Sabtu (25/5).

Liputan6 Awards sebagai program bakti kepada Indonesia yang terus berupaya berkontribusi untuk bangsa, khususnya terkait perdamaian. Untuk itu, tahun ini pun mengusung tema ‘Untukmu Indonesia’.

Adapun dewan juri dalam penghargaan Liputan6 Awards 2019 adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai ketua dewan juri, Social Entrepreneur Rhenald Kasali, Tokoh Filantropis Irwan Hidayat, Deputy Director Programming SCTV David Suwarto, dan Pemred Liputan6 SCTV Mohamad Teguh.

KLIK INI:  Penasaran, Inilah 6 Sosok Penerima Penghargaan Konservasi di Hari Kehati 2019