Kisah Tertangkapnya 17 Pelaku Illegal Logging di Kawasan Hutan Sungai Bening

oleh -1,123 kali dilihat
Kisah Tertangkapnya 17 Pelaku Illegal Logging di Kawasan Hutan Sungai Bening
Ilustrasi illegal logging/foto-ist
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Tujuh belas orang pelaku illegal logging di Kawasan Hutan Lindung Gunung Bentarang ditangkap, Jumat, 2 Agustus 2019 lalu

Mereka ditangkap saat operasi gabungan Penyidik dan SPORC KLHK Wilayah Kalimantan bersama dengan POM Kodam XII Tanjungpura, dan Korwas PPNS Polda Kalbar.

Kawasan hutan tersebut terletak di Desa Sungai Bening Kec. Sajingan Besar Kab. Sambas dekat perbatasan RI-Malaysia.

Penangkapan itu merupakan wujud komitmen dan keseriusan memberantas kejahatan lingkungan dan kehutanan. Komitmen tersebut ditunjukan dengan menindak siapa pun pelaku kejahatan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

KLIK INI:  Aktor Illegal Logging di Nunukan Tertangkap, Ribuan Kayu Disita

Sejak dibentuk hingga saat ini, Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum) dibantu TNI dan Polri telah melakukan lebih dari seribu operasi penindakan kejahatan LHK.

Kejahatan ini harus diberantas dan ditindak tegas. Karena tidak hanya merugikan negara, tapi menghancurkan ekosistem, tidak boleh komproni. Harus kita tindak bersama-sama. Kalau pelaku kejahatan ini bisa bersatu, kita aparatpun harus bersatu. KLHK sedang melakukan beberapa operasi gabungan bersama TNI dan kepolisian.

“Untuk menangani kejahatan pembalakan liar. Tim kami terus memantau lokasi-lokasi yang terindikasi adanya pembalakan ilegal. Kami menugaskan kepada SPORC serta penyidik untuk secara intensif memantau lapangan dan menindak tegas siapa pun yang terlibat pembalakan ilegal,” tambah Rasio Ridho Sani.

Mendalami siapa aktornya

Sementara itu, Kepala Balai Gakkun KLHK Kalimantan, Subhan, mengatakan operasi tangkap tangan ini merupakan bagian dari kegiatan operasi gabungan di perbatasan. Operasi mengamankan 17 orang pembalak ilegal. Penyidik menetapkan 6 orang sebagai tersangka. Sedangkan 11 orang lainnya berstatus sebagai saksi

KLIK INI:  Dua Pelaku Illegal Logging di Tana Toraja Diringkus Gakkum KLHK

Subhan menambahkan, para tersangka tersebut diancam dengan Pasal 82 Ayat (1) huruf c dan Pasal 83 Ayat (1) huruf b dan atau Pasal 84 Ayat (1) UU No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan hutan. Ancaman hukuman penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun, plus denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar. Saat ini para tersangka ditahan di Polda Kalbar.

Adapun barang bukti berupa 2 unit chainsaw merk STHIL, 10 buah parang, 2 unit sepeda motor. Bukan hanya itu, ada 6 buah bentor, 4 dirigen yang berisi bensin dan oli dan ratusan batang kayu log dan olahan jenis belian dan meranti.

Dalam penanganan kasus ini Penyidik KLHK sedang mendalami berapa nama. Mereka diduga sebagai aktor intelektual dan cukong. Penyidik akan terus berkoordinasi POM Kodam XII Tanjungpura, Korwas PPNS Ditreskrimsus Polda Kalbar. Tujuannya untuk mengusut dan mengungkap pelaku lainnya yang menyuruh dan memodali aktifitas pembalakan liar di Kawasan Hutan Perbatasan RI- Malaysia.

KLIK INI:  KLHK Apresiasi Polri Atas Pengungkapan Kasus Perdagangan Illegal Satwa Liar Dilindungi