Kisah Bahrul Huda, Sulap Bambu jadi Tambler Keren dan Lukisan Pyrography

oleh -132 kali dilihat
Kisah Bahrul Huda, Sulap Bambu jadi Tambler Keren dan Lukisan Pyrography
Bahrul Huda pegiat kreasi tumbler bambu - Foto: Ist

KlikHijau.com – Jika biasanya bambu dijadikan sebagai pagar rumah atau permainan anak-anak, seorang pemuda di Kabupaten Bulukumba menyulapnya menjadi tumbler yang keren nan estetik.

Tak hanya tumbler, buah dari kreativitasnya juga menghasilkan karya-karya lukisan wajah, kaligrafis yang elok dengan corak yang menarik.

Di tanganya, dengan bantuan alat lukis bara atau pyrography yang digunakannya, lukisan dan tumbler bambu dikemas dengan gaya kekinian dan bernilai jual.

Di kediamannya, lebih tepatnya di jalan A. Abu Bakar Togambang, Kelurahan Matekko Kecamatan Gantarang, pemuda kelahiran tahun 1999 yang akrab disapa Ilu ini terus berproses berkarya. Penampilannya sederhana dengan rambut gonrong terjuntai lurus mirip vokalis band Guns N’ Roses.

Jarum jam menunjukkan pukul 14.00, semerbak aroma kopi menemani percakapan kami, sembari dirinya membersihkan pernak-pernik alat-alat yang dipakainya. Sesekali mata saya terbelalak memandang lukisan yang tertata rapi di ruangannya yang sederhana.

KLIK INI:  Mau Merasakan Sensasi Membaca di Atas Pohon, Ke Tempat Ini Saja!

Proses kreativitasnya ia namai dalam sebutan bugis ‘lajamala’ jari project’ yang berarti jari yang nakal sebagaimana keliaran imajinasinya.

‘‘Ide awalnya muncul sekitar tahun 2018 silam, saat itu tak ada kegiatan dan belum juga bekerja. Bisa dibilang aktivitas sehari-hari hanya seputar rumah dan kedai kopi. Hingga pada suatu hari, akhirnya jenuh, lalu berinisiatif untuk membuat sesuatu,’’ tuturnya  saat ditemui KlikHijau di kediamannya, Selasa (18/01/2023).

Jauh sebelumnya, ternyata Ilu hanya memiliki pengalaman di dunia mekanik. Pyrography adalah bidang yang terbilang baru, tetapi karena dorongan semangat dan ketertarikannya pada bidang baru ini, ia akhirnya memutuskan untuk menekuni secara konsiten.

Sudah terhitung 5 tahun menekuni dunia Pyrography, Ilu tetap konsisten dengan lukisan bara dan tumbler bambu sebagai mana rencananya sejak awal.

“Biasanya dalam membuat lukisan bara, saya mengunakan media kayu, papan mdf dan triples. Kalau tumbler bambu saya acap kali mengunakan bambu jenis Apus,” jelasnya.

Dalam proses pembuatan untuk tumbler bambu, yang pertama kali diperhatikan adalah pemilihan bahan dan penyesuaian standar operasional produk, setelahnya lalu mulai masukkan tumbler yang berfungsi untuk menjaga suhu udara.

Kemudian masuk ke proses pengeleman, pengupasan kulit, penghalusan, lalu berlanjut pada tahap melukis. Hasil finalnya setelah proses pengeringan.

KLIK INI:  Kisah Diah, Perempuan yang Teliti Bambu Selama 39 Tahun

‘‘Dalam seminggu, 3-5 buah tumbler, mengingat proses pembuatannya masih mengunakan cara manual sehingga produksinya masih terbatas.”

Ilu mengaku, pembuatan tamber bambu dan lukisan bara acap kali gampang-gampang susah. Memerlukan konsentrasi tinggi, serta totalitas. Sedikit saja membuat kesalahan, maka akan berdampak pada kualitas dan tampilanya secara keseluruhan.

‘‘Untuk harga tumbler bambu cukup bervariasi mulai dari Rp 175.000-250.000. Lukisan bara sendiri Rp. 150.000-250.000. itu juga tergantung media yang digunakan dan tingkat kerumitan,” tegasnya.

Seperti ketika dirinya menerima pesanan dengan request nama dan ukiran. Ilu mengakui bahwa orisinil buah karyanya terletak pada corak asli dari bambu dengan sedikit sentuhan seni.

Sejauh ini Ilu telah menerima pesanan lukisan bara dan tumbler bambu yang bisa kostum nama dari luar daerah seperti Sumatra, selebihnya masih di sekitar wilayah Sulawesi.

Terus berkarya Ilu!

KLIK INI:  Jaga Sumber Air, Laskar Hijau Datangkan Pohon Langsung dari Kenya