Kiriman Sampah Daratan ke Laut Semakin Massif, KLHK: Perlu Partisipasi Multi Pihak
Klikhijau.com - Untuk mengatasi persoalan pencemaran pesisir dan laut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menyelenggarakan kegiatan aksi bersih pantai. Aksi tersebut lebih dikena...
Klikhijau.com - Untuk mengatasi persoalan pencemaran pesisir dan laut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menyelenggarakan kegiatan aksi bersih pantai. Aksi tersebut lebih dikenal dengan Coastal Clean Up (CCU) sejak tahun 2015.
CCU merupakan gerakan yang melibatkan masyarakat dan dunia usaha yang peduli terhadap kelestarian pesisir dan laut. Kegiatan itu memberikan kesempatan bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk dapat berpartisipasi dalam kampanye pengendalian pencemaran pesisir dan laut.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya untuk peduli terhadap pelestarian lingkungan pesisir dan laut.
Dari hasil aksi bersih pantai yang dilaksanakan KLHK bersama mitra terkait di 21 lokasi. Hasilnya tahun 2017-2019 telah berhasil mengurangi sampah laut sebanyak 38,5 ton dengan peserta yang terlibat sebanyak 15.000 orang.
[irp posts="5779" name="9 Negara Bahas Perlindungan Laut dari Polusi dan Sampah Plastik di Bali"]
Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian LHK, M.R. Karliansyah, pada kegiatan CCU yang diselengarakan di Pantai Karang Tumpeng, Pantai Panimbang dan Pantai Labuan, Banten, 28 Juni 2019 menyampaikan bahwa sumber pencemaran sampah laut, sekitar 80% berasal dari kegiatan di daratan, bersumber dari kegiatan di wilayah pesisir dan dari aliran sungai yang bermuara di pesisir dan laut.
Aksi Bersih Pantai di Pandeglang ini dilaksanakan dalam rangka mengendalikan pencemaran pesisir dan laut, terutama yang bersumber dari sampah laut.
Hasil survei pemantauan sampah laut Direktorat Jenderal PPKL di tahun 2017 dan 2018 di 18 Kabupaten/Kota, termasuk di Pandeglang, menunjukkan rata-rata timbulan sampah laut sebesar 106,38 gram per meter persegi.
Komposisi sampah laut di Pandeglang didominasi oleh kayu (47,63%), plastik (11,38%), dan sisanya dari bahan lainnya seperti kaca dan keramik logam, busa plastik, kain, karet, kertas dan kardus.