Ketika Suli Berubah Jadi Kerupuk Renyah di Tangan Pemuda Kindang
Klikhijau.com - Rasanya kamu akan mengerutkan dahi jika saya menyebut nama suli. Namanya tentu tak sepopuler mantanmu atau artis idolamu. Suli atau keladi hanyalah tanaman yang kerap diabaikan kebe...
Klikhijau.com - Rasanya kamu akan mengerutkan dahi jika saya menyebut nama suli. Namanya tentu tak sepopuler mantanmu atau artis idolamu.
Suli atau keladi hanyalah tanaman yang kerap diabaikan keberadaannya. Meski umbinya biasa dijadikan sayur atau direbus lalu dimakan denga sambal. Rasanya bikin ingin menggemaskan, minta tambah.
Di Kindang, tanaman suli menjadi nomor sekian setelah cengkih. Tanaman ini cenderung dianggap sepele meski tetap ada yang menanamnya.
Penyebabnya sederhana saja, masyarakat bukannya malas menanam suli. Suli adalah tanaman yang tidak manja, tak perlu perawatan tiap hari. Bisa dibilang setelah ditanam, nanti akan panen baru dijenguk.
[irp]
Namun, yang membuat masyarakat malas menamannya tentu saja hama. Hama itu adalah babi hutan. Di Kindang, masayarakat bisa menamainya palampa bangngi.
Selain itu, suli nyaris tak ada harganya. Hanya dikonsumsi saja oleh masyarakat setempat. Sebab jika dijual, harganya akan sangat murah.
Namun kini, suli bisa menjadi tanaman atau komoditis yang kembali dilirik untuk dikembangbiakkan setelah Komunitas Pelajar dan Pemuda Kindang (KP2k) berinovasi membuat suli berubah wujud jadi garappo' atau kerupuk yang gurih dan renyah.