Ketika Sampah yang Dibuang Dikembalikan ke Pemiliknya

oleh -426 kali dilihat
Alliance Merilis Laporan Perkembangan Program Penanganan Sampah Plastik di Indonesia
Ilustrasi sampah/foto-fixabay
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Membuat lingkungan bebas dari sampah bisa ditempuh dengan berbagai cara. Tergantung  pada tingkat kreativitas seseorang atau kelompok.

Thailand misalnya,  mencoba menerapkan  cara unik  untuk mengurangi sampah. Cara itu diterapkan di Taman Nasional Khao Yai. Setiap pengunjung yang membuang sampah akan dikembalikan kepada pemiliknya.

Pemerintah Thailand menerapkan peraturan unik itu. Tujuannya untuk memperingatkan pengunjung agar tak membuang sampah di sembarang tempat.

Tempat wisata memang menjadi lumbung penghasil sampah. Karenanya, para pengelola membutuhkan cara yang tegas agar pengunjung tak membuang sampahnya sembarangan.

KLIK INI:  Makassar Zona Merah Bencana Ekologis

Taman Nasional  Khao Yai pun begitu. Orang-orang yang datang berkunjung akan membawa bekal yang berpotensi menjadi sampah, baik pembungkus makanan maupun minuman.

Jika membawa sesauatu ke taman tersebut, apalagi berpotensi menjadi sampah maka tak boleh ditinggalkan. Jika ada yang tertinggal, bersiaplah menerima kembali  yang tertinggal itu.

Pihak taman nasional akan mengirim kembali ke pemiliknya yang disertai surat berbunyi “Kamu melupakan barang bawaan di Taman Nasional Khoi Yai,”

Coba bayangkan, seseorang datang mengetuk pintu rumahmu. Begitu kamu membukanya,  di depan pintu berdiri kurir. Ia mengantar sebuah kotak.

Mungkin itu akan membuatmu kaget atau girang. Kamu membukanya perlahan, begitu terbuka yang tampak adalah pembungkus makanan dan minumuna yang telah kamu buang.

Tentu itu menjadi peristiwa yang lucu sekaligus miris—sebab cukup memalukan. Terlebih  jika kamu sudah mengetahui bahwa membuang sampah di sembarang tempat sangat dilarang.

Karena itulah, sudah sepantasnya jika mengunjungi suatu tempat, sebaiknya bawa pulang sampahmu atau membuangnya pada tempat  yang telah disediakan.

KLIK INI:  Paradigma Keberlanjutan di Mata Para Pengusaha Muda ASEAN
Banyak hewan berkeliaran

Taman Nasional Khao Yai memiliki keistimewaan tersendiri. Sebab  menjadi warisan dunia oleh UNESCO. Karena itulah, taman tersebut harus dijaga dengan baik. Pemerintah Thailand menerapkan peraturan itu untuk  memberi peringatan kepada orang yang membuang sampah sembarangan.

Tersiarnya kabar pengembalian sampah itu berawal dari unggahan Menteri Sumber Daya Alam dan Lingkungan Thailand, Varawut Silpa-archa di  Facebook pada 14 September lalu. Bagi Varawut membuang sampah di taman adalah kejahatan.

Tujuan unggahan itu cukup menampar orang yang sering membuang sampahnya sembarang. Unggahan itu untuk memperingatkan  agar pengunjung membawa pulang atau membuang sampah pada tempatnya.

Sebab jika tidak dibawa pulang atau dibuang pada tempatnya, bisa mencemari lingkungan.  Juga menjadi santapan  hewan di taman nasional tersebut. Itu sangat membahayakan bagi hewan-hewan di sana.

Cara menemukan alamat pembuang sampah

Tidak sulit menemukan alamat rumah pengunjung yang membuang sampahnya. Sebab  pada saat pengunjung hendak menyewa peralatan kemah. Mereka terlebih dahulu mengisi  formulir. Dari formulir itulah pihak taman nasional mengetahui alamat si pembuang sampah.

KLIK INI:  Omnibus Law, Hukum Agraria Kolonial dan Ancaman Kedaulatan Pangan

Pihak taman tersebut, bukan hanya mengembalikan sampah. Namun juga ada peringatan tertulis terkait perusakan sumber daya alam dan lingkungan. Merusak  taman bisa dihukum hingga lima tahun penjara dengan denda hingga 500 ribu Baht atau sekitar Rp235 juta.

Charinya Kiatlapnachai, Direktur Otoritas Pariwisata Thailand member apresiasi yang tinggi terhadapt aturan tersebut. Ia menilai  cara tersebut merupakan komitmen mereka menjaga keindahan serta kesejahteraan sumber daya alam di Thailand.

Kiatlapnachai menganggap bahwa  taman nasional dan satwa liar di Thailand memerlukan waktu untuk pulih akibat pembuangan sampah sembarangan enam bulan terakhir.

“Sikap Taman Nasional Khao Yai dan Menteri SDA dan Lingkungan Thailan memiliki niat terbaik untuk memastikan semua membantu negara tetap bersih, aman, dan indah,” ungkap Kiatlapnachai

Sejak dibuka kembali pada tanggal 1 Juli 2020. Banyak wisatawan hadir dengan menggunakan sistem reservasi. Taman ini pernah ditutup beberapa bulan karena pandemik Covid-19.

Saat ini para pengunjung akan melewati pemeriksaan suhu dan persyaratan masker wajah. Melintasi  Taman Nasional Khao Yai pun batas kecepatan  harus diturunkan karena banyak hewan berkeliaran.

KLIK INI:  Tentang Sekolah Internasional, Gedungnya dari Bambu dan Nol Karbon