Ketika Diguyur Hujan, Tanaman akan 'Panik', Benarkah?
Klikhijau.com - Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan banyak tanaman meranggas. Juga melahirkan resah, khususnya bagi para petani. Mereka yang tidak ingin tanamannya terpanggang kemarau har...
Klikhijau.com - Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan banyak tanaman meranggas. Juga melahirkan resah, khususnya bagi para petani.
Mereka yang tidak ingin tanamannya terpanggang kemarau harus menyiramnya tiap hari. Maka, tidak heran jika kedatangan musim hujan disambut suka cita.
Pun, pada musim hujan, tanaman akan lebih subur dan hijau. Namun, sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa tanaman sebenarnya memiliki reaksi tak terduga. Tanaman 'tersiksa' terhadap terpaan hujan.
Fakta itu ditemukan sekelompok peneliti dari University of Western Australia (UWA) dan Lund University, bahwa tanaman bereaksi kepada hujan dengan sinyal senyawa yang rumit.
[irp]
Para peneliti itu menggambarkannya seperti keadaan 'panik'oleh terpaan hujan yang datang.
Jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences melaporkan, proses tersebut melibatkan ribuan gen, ratusan protein, dan hormon perkembangan lain yang langsung terpengaruh setelah sepuluh menit air hujan menyentuh tanaman. Reaksi 'panik' tanaman kemudian akan berlangsung sekitar 25 menit.
Para peneliti mendapatkan hasil ini dengan cara menyemprot Arabidopsis, genus tanaman berbunga kecil yang mirip kubis, dengan siraman air ringan untuk mengamati reaksi berantai pada tanaman yang dipicu oleh protein Myc2.
Nah, setelah Myc2 aktif, tanaman akan memperkuat pertahanan untuk melindungi dirinya sendiri, termasuk menunda pertumbuhan bunganya.
Tanaman juga akan memompa hormon bernama asam jasmonat, sebagai bagian dari sifat panik mereka. Senyawa ini bertindak sebagai 'sinyal peringatan' kepada daun dan tanaman lainnya.
[irp]
Kepanikan tanaman oleh hujan disebabkan karena hujan juga membawa bakteri, virus dan spora jamur yang bisa membahayakan tanaman.