Kerusakan Alam Mengundang Ragam Penyakit Baru, Peta Ini Mengungkap Faktanya!
Klikhijau.com – Kerusakan alam terbukti telah melahirkan petaka dari waktu ke waktu. Petaka paling mengerikan adalah ancaman adanya penyakit menular baru, juga bangkitnya penyakit lama. Dari laman...
Klikhijau.com – Kerusakan alam terbukti telah melahirkan petaka dari waktu ke waktu. Petaka paling mengerikan adalah ancaman adanya penyakit menular baru, juga bangkitnya penyakit lama.
Dari laman Ifscience, isu ini diungkap melalu sebuah peta yang menggambarkan fenomena penyakit. Sebelum bencana Covid-19 datang, prediksi akan hal ini sebetulnya sudah ada. Ini dikaitkan dengan kerusakan lingkungan yang semakin parah di bumi.
Pandemi Covid-19, betapa pun telah mengejutkan banyak orang dan menjadi perhatian global. Faktanya dalam sebuah artikel berjudul “This Map Reveals The World's Many, Many New And Re-Emerging Diseases”, menyebut bahwa pandemi ini bukanlah satu-satunya penyakit yang muncul (atau muncul kembali) dan membayangi umat manusia.
Dalam upaya untuk menyoroti risiko ini, Dr Anthony Fauci, kepala Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS (NIAID), dan David M Morens, penasihat senior di NIAID, telah membuat peta yang menunjukkan penyakit yang baru muncul di belahan dunia dan letak penyebarannya.
[irp]
Peta itu dibuat sebagai bagian dari studi oleh Dr Fauci dan diterima oleh Dr Morens untuk dipublikasikan di jurnal Cell. Studi ini telah ditinjau dan telah dirilis lebih awal sebagai bukti awal untuk kepentingan aksesibilitas.
Peta tersebut menunjukkan beberapa penyakit lama pembunuh massal terkenal, saat ini muncul kembali di beberapa bagian dunia, seperti kolera, campak, demam tifoid, Ebola, dan difteri. Juga sejumlah ancaman baru yang muncul, seringkali kurang dikenal, seperti virus Akhmeta, Virus Hendra, virus Bourbon, dan berbagai strain influenza baru.
[caption id="attachment_17212" align="alignnone" width="700"] Peta penyakit - Foto/Iflscience[/caption]
Ada juga satu contoh penyakit yang "muncul secara sengaja": Anthrax bioterrorism. Ini merujuk pada sejumlah insiden dalam beberapa dekade terakhir di mana bakteri Bacillus anthracis digunakan oleh teroris sebagai senjata biologis.
Salah satu contoh yang paling menonjol di antaranya adalah serangan antraks tahun 2001 di AS di mana surat-surat yang dibubuhi antraks dikirim ke sejumlah kantor media berita dan Senator, menewaskan lima orang dan akhirnya membuat sakit 17 orang lainnya.
[irp]