Keren, Pasangan Muda Ini Gelorakan Berkebun di Rumah dengan Sistem Organik

Klikhijau.com – Di musim pandemi, berkebun di rumah adalah satu cara terbaik mengusir kebosanan. Tak hanya itu, berkebun di rumah juga dapat mendekatkan kita dari akses pangan sehat. Begitulah yang...

Keren, Pasangan Muda Ini Gelorakan Berkebun di Rumah dengan Sistem Organik
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Di musim pandemi, berkebun di rumah adalah satu cara terbaik mengusir kebosanan. Tak hanya itu, berkebun di rumah juga dapat mendekatkan kita dari akses pangan sehat.

Begitulah yang dilakukan pasangan suami istri di Makassar, Alghifahri Jasin (25) yang akrab disapa Eben dan istrinya Feranda Monica (23) dipanggil Bamba.

Di rumahnya di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 14 No 149 Makassar, pasangan muda ini melewati hari-harinya dengan menata kebun di halaman rumahnya sembari mengedukasi warga betapa pentingnya menanam.

Untuk mengantisipasi lahan yang sempit, Eben dan Bamba memanfaatkan pot, polybag hingga limbah botol plastik. Keduanya juga menanam dengan sistem organik antara lain memakai pupuk organik dan pestisida organik.

Menurutnya, pupuk guano saat ini banyak dikirim ke Jepang. Kabarnya, banyak petani di Jepang memakai guano karena kualitasnya yang tidak kalah dengan pupuk kimia.

“Beberapa daerah seperti Madura, Lampung dan Bali bahkan sudah mengekspor guano ke Jepang,” katanya.

Dengan semangat menanam ala urban farming, keduanya memperkenalkan sistem organik—sembari menularkan semangat kemandirian pangan.

Bermula dari keisengan

“Kami  berdua tumbuh dari keluarga yang menyenangi tanaman, misalnya dari istriku itu menyukai koleksi tanaman hias. Saya dari kecil yang dibesarkan bersama nenek melihat nenek memelihara tanaman sehingga saya memiliki ketertarikan dengan tanaman,” kata Eben.

Dari pengalaman masing-masing, keduanya pun akhirnya memutuskan memulai mengembangkan kebun di halaman rumahnya. Terlebih, momennya juga tepat karena bertepatan dengan pandemi.

“Dari keisengan itu, kami langsung menanam dan melihat prospek tumbuh kembangnya selama sekitar 2 minggu ternyata bagus,” cerita Bamba.

Dari situ, kisah keduanya dimulai. Awalnya, benihnya didapat dari toko pertanian yang ditanam dan sebagian dikemas ulang dalam ukuran kecil kemudian dijual. Namun, lama-lama, pasangan muda ini menjual bibit dari hasil kebunnya sendiri.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2