Keren, Dua Pelajar Indonesia Juara Lomba Melukis Lingkungan di Jepang

oleh -229 kali dilihat
Farhan dan Sherly memperlihatkan piagam yang mereka dapat
Farhan dan Sherly memperlihatkan piagam yang mereka dapat/foto-ist
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Usia keduanya masih belasan tahun, masih di bangku sekolah menengah pertama (SMP), tapi prestasinya patut diacungi jempol, khususnya kecintaan dan keinginannya melihat lingkungan yang baik dan bersih.

Namanya Sherly Vermont Kwerni dan Farhan Wibisono. Sherly merupakan siswi SMP Marsudirini Bekasi dan Farhan Wibisono bersekolah di SMP Al-Islam Krian, Sidoarjo. Keduanya mewakili Indonesia dalam Melukis Lingkungan Internasional Kao, di Jepang.

Sebanyak  12.563 lukisan yang bersaing dalam lomba tersebut dari 44 negara menegaskan bahwa tidak mudah untuk mendapat juara, tapi cerita indah kedua anak bangsa itu adalah keduanya berhasil menjadi pemenang dari lomba tersebut. Keduanya mengharumkan nama bangsa Indonesia di dunia internasional.

Tidak mudah untuk sampai ke Jepang, sebab keduanya harus bersaing dengan 4.379 lukisan karya anak Indonesia lainnya.

KLIK INI: Kolaborasi dengan Kemendikbud, Anak Muda NTB Ciptakan Aplikasi Mitigasi Bencana

“Tahun ini bisa dibilang merupakan salah satu tahun terbaik dalam pelaksanaan Lomba Melukis Lingkungan Kao. Kami menerima 4.379 lukisan dari seluruh Indonesia. Hal ini mengalami kenaikan sekitar 18,2%,” ungkap  Lay, Senior Manager Corporate Communications and Head Committee Painting Contest Kao Indonesia dalam siaran persnya, Selasa, 26 Februari 2019 lalu.

Pencapaian kedua pelajar tersebut tentu sangat mengembirakan bagi Kao Indonesia. Mereka seolah mewakili tingginya harapan anak bangsa untuk kelestarian bumi yang dapat diwujudkan ke dalam tindakan nyata yang sederhana.

“Program ini dirancang untuk mendorong kaum muda untuk fokus pada hal-hal positif yang mereka miliki daripada yang negatif. Pada akhirnya, kami berharap mereka bangga dengan diri sendiri dan memiliki kepercayaan diri untuk memberikan yang terbaik dalam hidup mereka,” terang Johny Lay.

Adapun tema yang diusung adalah “Eco Together”. Para peserta diajak untuk mengungkapkan berbagai cara yang dapat dilakukan dalam aktivitas sehari-hari untuk menjaga lingkungan.

Farhan melukis tentang kehidupan bercocok tanam di desanya. Ia mengambil inspirasi dari keadaan sekitarnya dan berbagai situasi yang terjadi di Indonesia.

“Indonesia baru-baru ini mengalami bencana alam yang disebabkan oleh dampak tanah gundul. Saya ingin Indonesia hijau kembali dan dikenal kembali sebagai negara agraris,” ujar Farhan.

KLIK INI: Dua Siswa di Bali Sulap Sampah Canang Jadi Sumber Listrik

Menurutnya dalam lukisannya mengisahkan beberapa tahap, langkah pertama adalah mengolah tanah dan menanam bibit pohon dengan baik. Pada tahap kedua menunjukkan bahwa masyarakat senang dan lebih rajin merawat tanaman .

Sementara Sherly melukiskan impiannya tentang masa depan, yaitu lingkungan yang hijau. Menurutnya,  setiap orang harus mulai berpartisipasi dalam mengatasi pemanasan global. Salah satu metode adalah menanam pohon, membuang sampah di tempat yang tepat, dan mengubah sampah yang tidak dapat terurai menjadi sesuatu yang bermanfaat.

“Kita dapat mulai berkampanye untuk penggunaan energi terbarukan, teknologi alternatif, dan cinta lingkungan. Semua yang kita lakukan adalah untuk masa depan yang lebih baik, lebih hijau, lebih sejuk dan lebih nyaman untuk semua makhluk hidup di Bumi,” ujar Sherly .

Proses pengumuman telah dilakukan pada tanggal 30 November 2018  lalu. Pemenang Kategori “Planet Earth Grand Prix” dan “Kao Prize” dari seluruh dunia diundang ke Tokyo, Jepang, untuk berpartisipasi dalam acara penyerahan hadiah dan penghargaan.

Lukisan-lukisan yang menjadi pemenang seluruh kategori individu dipamerkan di booth Kao pada acara pameran Eco-Pro yang diselenggarakan di Tokyo Big Sight, Jepang pada 8 Desember 2018 lalu. Lukisan Sherly dan Farhan yang mendapat juara tentu menjadi objek yang paling menarik pada pameran tersebut. (ir)