Kepulauan Banda Neira, Pusatnya Keanekaragaman Hayati
Klikhijau.com - Kepulauan Banda Neira merupakan kumpulan 10 pulau vulkanik kecil yang paling terisolasi di Maluku Tengah. Tetapi menjadi berkah tersendiri bagi keanekaragaman hayati bawah lautnya....
Klikhijau.com - Kepulauan Banda Neira merupakan kumpulan 10 pulau vulkanik kecil yang paling terisolasi di Maluku Tengah. Tetapi menjadi berkah tersendiri bagi keanekaragaman hayati bawah lautnya.
Perairan Kepulauan Banda Neira merupakan surga bawah laut dengan berbagai biota lautnya yang bisa dinikmati pada 25 titik selam dengan rata-rata tingkat visibilitas bawah air laut sekitar 15 hingga 30 meter.
Selain itu ada Gunung Api bawah laut dengan keindahannya seperti pasir hitam. Terumbu karang yang diselingi batu-batu sisa reruntuhan lava Gunung Api.
Pamor Kepulauan Banda Neira sebagai penghasil pala satu-satunya di dunia memang sudah surut seiring dengan dibawanya bibit pala ke luar Banda.
Ratusan tahun lalu, segenggam komoditas ini setara nilainya dengan segenggam emas. Tak heran Banda menjadi wilayah perebutan hingga salah satu pulaunya menjadi objek vital dalam Treaty of Breda antara Inggris dengan Belanda.
[irp posts="5453" name="Potongan Surga di Pulau Tegal Mas Lampung"]
Bagi penyuka sejarah, Banda Neira erat kaitannya dengan pertukaran Pulau Run dengan Nieuw Amsterdam (Manhattan, sebuah pulau yang kini adalah bagian dari New York) yang tertuang dalam Treaty of Breda.
Pulau Run yang terletak di ujung Kepulauan Banda Neira pada awalnya dikuasai oleh Inggris hingga Inggris kalah perang melawan Belanda pada perang Anglo Dutch II.
Manhattan kini boleh menjadi bagian dari New York, pusatnya finansial dunia, sementara Kepulauan Banda Neira menjadi pusatnya keanekaragaman hayati.
Dulu boleh jadi keanekaragaman ini tidak tergali, kalah oleh gelap matanya manusia oleh pamor pala. Namun, Kepulauan Banda Neira kini disambangi demi keanekaragaman hayati yang ada dibawah permukaan lautnya.