Kayu Merah yang Terancam Punah, Ini 6 Fakta Menarik di Baliknya!
Klikhijau.com – Kayu merah (Pterocarpus indicus Willd), satu kayu dengan kualitas tinggi yang keberadaannya terancam punah. The IUCN Red List of Threatened Species, telah mengkategorikannya dalam k...
Klikhijau.com – Kayu merah (Pterocarpus indicus Willd), satu kayu dengan kualitas tinggi yang keberadaannya terancam punah.
The IUCN Red List of Threatened Species, telah mengkategorikannya dalam kelompok yang rawan punah. World Conservation Monitoring Centre (1998) bahkan telah memasukkan kayu ini ke dalam kategori Rentan (VU, vulnerable).
Sebaran kayu ini ada di hampir seluruh wilayah Indonesia, seperti di Pulau Jawa, Sulawesi, Maluku, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat hingga Papua.
Meskipun memiliki penyebaran yang luas, eksploitasi kayu merah yang tinggi dan tidak diiringi dengan kemampuan regenerasi yang baik serta kegiatan penanaman telah mengakibatkan terjadinya penurunan populasi.
[irp]
Eksploitasi yang tinggi juga memicu berkurangnya keragaman genetiknya. Penurunan keragaman genetik berarti berkurang pula potensi genetik yang dapat digunakan untuk konservasi seperti pemuliaan pohon, dan pengembangan varietas baru.
Padahal potensi ekonomi dan pemanfaatan jenis kayu ini sangatlah besar. Diketahui, selain memiliki kualitas kayu terbaik, kayu merah juga memiliki manfaat kesehatan. Sahabat Hijau, berikut 5 fakta menarik tentang kayu merah:
Kayu terbaik
Kayu merah termasuk dalam suku Fabaceae yang menghasilkan kayu berkualitas tinggi. Batang kayu termasuk kayu agak keras dengan kelas awet I/II, kelas kuat I/III dan BJ antara 0,4–0,9 (Heyne, 1987). Dengan kualitas tersebut, sangat wajar bila jenis ini laris manis di pasaran.
Serat kayunya indah
Pterocarpus indicus Willd memiliki warna dan motif serat kayu yang indah dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku mebel, kabinet, alat-alat musik, lemari, lantai parket, panil kayu dekoratif, gagang peralatan, serta vinir dekoratif (Soerianegara & Lemmens, 2002).
[irp]