Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Flora dan fauna

Kayu Damar (Agathis dammara), Flora Asli Indonesia yang Bernilai Ekonomi Tinggi

Klikhijau.com – Kayu damar atau damar raja (Agathis dammara), merupakan pohon khas Indonesia yang punya nilai ekonomi tinggi. Pohon ini juga kerap dinamai pohon kopal karena fungsinya sebagai penghasi...

Oleh Tim Redaksi 31 Oct 2020 03:52 3 menit baca
Klikhijau.com – Kayu damar atau damar raja (Agathis dammara), merupakan pohon khas Indonesia yang punya nilai ekonomi tinggi. Pohon ini juga kerap dinamai pohon kopal karena fungsinya sebagai penghasil kopal (bahan baku produk industri). Agathis menyebar di sejumlah wilayah seperti di hutan Jawa, Sulawesi, Maluku, Papua hingga Filipina.  Di Papua, agathis dapat dijumpai di Nabire, Biak, Sarmi, Yapen, Misol dan Waigeo. Masyarakat di Papua, kerap menamai pohon ini dengan kessi atau fuko. Di sejumlah wilayah di Jawa dikembangkan sebagai peneduh yang memberi kesan suasana asri di tepi jalan. Secara morfologis, kayu damar dikenal sebagai pohon tinggi yang bisa mencapai 60 meter dan diameter setinggi dada atau sekitar 2 meter. Adapun klasifikasi ilmiah dari pohon ini adalah sebagai berikut: Nama              : Agathis dammara Kerajaan         : Plantae Filum               : Tracheophyta Kelas               : Pinopsida Ordo                : Pinales Famili              : Araucariaceae Genus             : Agathis Spesies           : Agathis dammara [irp]
Pemanfaatan kayu damar 
Produk yang dihasilkan dari tumbuhan ini antara lain Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dan hasil hutan kayu. Pohon ini merupakan  satu komoditas penghasil kopal yang merupakan bahan baku  pembuatan beragam jenis produk seperti cat, arpus, politur, plester, pernis, penambal gigi dan kosmetik hingga cairan pelapis kertas Kandungan utama kopal adalah minyak atsiri yang terdiri dari alkohol dan pinel; jumlahnya bervariasi tergantung jenis pohon penghasilnya. Sebagai contoh, kopal dari Agathis australis mengandung pinen (64 %); kaurin (13 %); kadinen (7 %); bornil asetat, borneol (3,2 %) dan dipenten (1 %); kampher (1 %); cineol (0,6 %); citronellol (0,2 %) serta phenol dan resinat (3 %). Kopal ini diekspor ke negara-negara Eropa seperti Jerman, Perancis, Belanda dan negara lainnya seperti Jepang, India dan Amerika. Indonesia merupakan negara yang memegang peran penting dalam pemasaran kopal di kanca internasional. Hal ini disebabkan oleh kualitas kopal dari Indonesia yang yang sangat baik bahkan lebih baik dari negara lain di Asia Tenggara seperti Singapura dan Filipina. [irp] Selain pemanfaatan untuk hasil hutan bukan kayu, kayu damar juga dimanfaatkan untuk bahan kayu. Kualitas kayunya sangat otentik yakni meski tergolong kayu ringan, lunak dan kurang awet, damar putih dapat digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan. Juga dimanfaatkan untuk dinding kapal, bahan meubel, kayu lapis, korek api, bahan baku pulp, kertas dan lainnya. Tingginya manfaat dan potensi pasar kayu ini yang membuatnya peting untuk terus dilestarikan. Saat ini, Agathis dammara paling banyak dikembangkan di Papua Barat sebagai komoditi prioritas yang mendukung perhutanan sosial. Masyarakat di Papua juga menanam damar sebagai pohon peneduh dan untuk tujuan penghijauan. Meski masih mudah dijumpai, populasi pohon damar mengalami penurunan dalam 75 tahun terakhir sekitar 30 persen. Hal ini membuatnya termasukd alam kategori merah, International Union for Conservation of Nature (IUCN Redlist) mengidentifikasinya dalam spesies Vulnerable (Rentan). Mari menjaga dan melestarikan flora khas Indonesia! [irp]
Topik terkait
#pohon damar #manfaat kayu damar #kayu damar