Kantung Semar, Tumbuhan Unik yang Pernah Heboh dan 7 Fakta Menarik Tentangnya!
Klikhijau.com – Kantung semar, sepintas namanya seolah sebuah benda mati. Padahal, kantung semar (Nepenthes) adalah jenis tumbuhan karnivora yang bentuknya sangat unik. Pada bagian ujung tanaman in...
Klikhijau.com – Kantung semar, sepintas namanya seolah sebuah benda mati. Padahal, kantung semar (Nepenthes) adalah jenis tumbuhan karnivora yang bentuknya sangat unik.
Pada bagian ujung tanaman ini berbentuk kantong yang membulat. Katanya, tanaman ini sangat mirip aktor pewayangan Semar dengan perut buncitnya. Karena alasan inilah, ia dinamai kantong semar.
Istilah Nepenthes diambil dari bahasa Yunani: ne berarti tidak dan penthos berarti kesedihan. Nepenthes dimaknai sebagai tumbuhan yang tidak membuat sedih. Makna ini dikaitkan dengan fungsinya sebagai obat kuno “Nepenthe” yang kerap menyelamatkan dari sakit yang menyedihkan.
Dalam istilah yang lain Nepenthes juga dikenal dengan “piala monyet”. Istilah ini diberikan pada tumbuhan yang termasuk dalam genus karnivora monotypic ini sering dijumpai monyet minum dari kantung semar.
Ada sumber lain yang juga menyebut bahwa istilah Nepenthes diambil dari nama sebuah gelas anggur. Nama ini dipopulerkan oleh JP Breyne pada 1689 saat ia menjumpainya pertama kali di Srilanka.
[irp]
Berikut klasifikasi ilmiah tanaman kantung semar:
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Caryophyllales
Famili : Nepenthaceae Dumrot
Genus : Nephentes L
Habitat dan sebarannya
Tak seperti tanaman lainnya, kantung semar menyukai area terbuka yang minim cahaya dan juga nihil unsur hara, tetapi dengan kelembaban udara tinggi. Secara umum, habitat tanaman ini ada di hutan gambut, gunung kapur, padang savana, hutan pegunungan dan hutan tropik dataran rendah. Dari persebarannya, Nephentes dibagi menjadi Nephentes dataran rendah, menengah dan dataran tinggi. Nephentes menyebar dari Australia bagian utara, Asia Tenggara hingga Cina bagian selatan. Indonesia juga merupakan negara dengan sebaran Nephentes cukup besar. Ia tersebar di Pulau Sumatera dan kalimantan. Sedikitnya ada 32 jenis yang mendiami Kalimantan, Serawak, Sabah dan Brunai, sedangkan di Sumatera terdapat 29 jenis (peringkat kedua) yang berhasil diidentifikasi. Diperkirakan, masih ada puluhan spesies lainnya yang mendiami wilayah lain seperti Papua, Maluku dan Sulawesi. Di beberapa daerah, tanaman ini punya nama khusus, semisal di Jambi dinamai kantong beruk, di Jawa Barat dinamai sorok raja mantri, di Riau dinamai periuk monyet dan di Bangka lebih akrab dengan nama ketakung. Sedangkan, di wilayah asalnya, Kalimantan, oleh suku Dayak Katingan menyebutnya ketupat napu (napu=rawa). Warga suku Kantingan memanfaatkan Nephentes yang tumbuh di rawa ini untuk menanak nasi. Nasi dimasukkan dalam kantong lalu dikukus seperti ketupat. [irp]Morfologi
Setidaknya ada 5 bentuk kantong Nephentes antara lain: bentuk telur (kantong bawahrafflesiana), bentuk silinder (gracilis), bentuk corong (kantong atas rafflesiana), bentuk pinggang (gymnamphora) dan jenis ampullaria. Kantong-kantong Nephentes tersebut bukan sekadar bentuk biasa, namun memiliki fungsi yakni menangkap mangsa khususnya serangga. Jadi, serangga yang terjebak masuk ke dalam kantong Nephentes akan dilumat sebagai makanannya melalui enzim pengurai bernama proteolase. Proteolase sangat berbisa bagi serangga, namun bermanfaat penting bagi Nephentes dalam mengurai serangga menjadi unsur-unsur kalium, fosfor, dan garam mineral yang selanjutnya sebagai sumber nutrisi yang diperlukan tanaman kantung semar. Pada tahun 2000-an tanaman ini sudah termasuk tanaman hias kelas elit dengan harga jutaan bahkan puluhan juta. Bahkan di Belanda, tanaman ini pernah dikembangkan dalam skala industri yang berkontribusi pada devisa negara. [irp]7 Fakta lainnya
Selain keunikannya yang telah disebutkan tadi, berikut 7 fakta khas lainnya pada tanaman kantung semar yang menarik diketahui:-
Pernah heboh di tahun 2000-an
-
Dipercaya sebagai tanaman hoki
-
Eksotika sepasang taringnya
-
Aroma lezat sebagai perangkap di kantongnya
-
Diyakini memperlancar persalinan
- Sebagai indikator iklim
-
Pelepas dahaga bagi pendaki