Kadang Disepelekan, Ini Dampak Buruk jika Sering Telat Makan

oleh -3,042 kali dilihat
Kadang Disepelekan, Ini Dampak Buruk jika Sering Telat Makan
Ilustrasi foto-shafira.com

Klikhijau.com – Sibuk bekerja kadang membuat orang lupa waktu makan. Hal itu membuat banyak orang sering telat makan.

Selain sibuk dengan pekerjaan, salah satu alasannya adalah sedang menjalani program diet. Bahkan kadang ada beberapa orang sengaja menunda waktu makannya lalu akhirnya menjadi kebiasaan.

Ini memang terlihat sepele bukan? Banyak yang tidak menyadari jika kebiasaan buruk tersebut akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh.

Selain rentan diserang penyakit lambung, telat makan juga akan mengganggu kerja organ tubuh yang lain. Beberapa hal berikut bisa Anda alami jika sering telat makan.

KLIK INI:  Energi Terbarukan Bisa Kurangi Risiko Kesehatan Hingga 80 Persen
# Radang pada lambung

Salah satu penyakit berbahaya yang bisa muncul jika sering telat makan adalah tukak lambung atau peradangan pada lambung. Telat makan akan membuat lambung terluka atau mengalami iritasi karena cairan lambung pada mukosa lambung.

Umumnya, gejala yang timbul adalah rasa nyeri hebat yang menjalar hingga ke ulu hati setelah makan.

Dalam Journal of the American Medical Association mengungkapkan, stress akibat menunda waktu makan dan jam tidur yang salah berkontribusi meningkatkan beban asam duodenum atau usus 12 jari. Ini menjadi penyebab berkembangnya atau memperburuk gejala penyakit tukak lambung.

# Metabolisme tubuh melambat

Metabolisme tubuh akan terus berjalan meskipun sedang dalam kondisi beristirahat. Metabolisme berfungsi untuk membakar kalori dan mengubahnya menjadi energi.

Tingkat metabolisme tubuh sendiri ditunjang oleh asupan kalori. Untuk itu, kalori dengan jumlah cukup dibutuhkan untuk menunjang proses pembakaran energi.

Telat makan secara otomatis membuat metabolisme tubuh jadi ikut melambat untuk menyimpan kalori agar bisa dibakar dalam waktu yang lama. Hal ini menyebabkan Anda merasa lemas dan tak bertenaga sehingga aktivitas terganggu.

# Mudah lelah

Menurut Evelyn Tribole, penulis buku Eating on the Run, pasokan glukosa pada otak menjadi terganggu dalam waktu 4-6 jam sejak jam makan terakhir. Saat pasokan level glukosa rendah, berarti tubuh jadi kurang efisien untuk menjalankan fungsi normalnya.

Kondisi ini akan membuat Anda lebih rentan lelah, lemah, lesu, dan bahkan jadi sering murung. Hal ini dikarenakan gula darah yang rendah akan memengaruhi memori, konsentrasi dan kinerja fisik.

KLIK INI:  Jangan Berlebihan Makan Pistachio, Begini Efek Sampingnya
# Mengalami stress

Sering merasakan nyeri pada perut dan melewatkan waktu makan bisa jadi gejala bahwa Anda mengalami stress. Ini dikarenakan, saat berhadapan dengan faktor stress secara fisik maupun mental, tubuh akan merespon dengan reaksi perlawanan alami.

Diungkap Georgetown University Helath Education Services, bentuk-bentuknya bisa seperti lupa makan, sakit kepala, cemas dan mengalami kram perut.

Jadi, jika sering melupakan waktu makan, bisa jadi pertanda sedang mengalami stress.

# Iritasi pada usus

Makan teratur memiliki banyak manfaat untuk fisik dan juga pencernaan. Namun masih banyak orang sering menunda bahkan melewatkan waktu makan karena berpikir, hal tersebut bisa jadi jalan turunkan berat badan.

Padahal, ini cara yang justru berbahaya. Telat makan bisa menyebabkan gangguan sistem pencernaan seperti irritable bowel syndrome yang mengacu pada kumpulan gejala kronis distress lambung. Termasuk kram perut dan nyeri, sembelit atau diare, serta kembung.

Penyakit-penyakit tersebut bisa disebabkan akibat adanya iritasi pada usus karena pola makan yang salah.

***

Begitulah beberapa risiko kesehatan yang diakibatkan oleh kebiasaan telat makan. Mulai sekarang, cobalah makan teratur demi diri Anda sendiri.

KLIK INI:  Waspadai Hal Ini Saat Joging Demi Turunkan Berat Badan