Kabar Buruk dari Sebuah Riset, Setiap Minggu Manusia Telan 2 Ribu Potongan Plastik

oleh -226 kali dilihat
Ilustrasi mikroplastik/foto-Ngopi88
Irhyl R Makkatutu
Latest posts by Irhyl R Makkatutu (see all)

Klikhijau.com – Apa kau percaya, setiap minggu tubuhmu dimasuki  sedikitnya lima gram atau setara satu sendok teh bahan dari plastik? Jika dirata-rata setiap orang menelan dua ribu potongan plastik setiap minggu dalam ukuran mikro, termasuk kau dan saya.

Mungkin kau bertanya bagaimana bisa bisa itu terjadi. Percayalah itu juga bermukim di kepala saya. Namun, menurut sebuah penelitian sumber bahan plastik terbesar adalah dari air botolan dan air minum kran. Dari yang kita minum itulah, plastik merasuk ke dalam tubuh dengan damai.

Kedua sumber bahan plastik yang menghuni tubuh itu,  merupakan kesimpulan studi yang dilakukan tim riset mikroplastik University of Newcastle Australia atas permintaan World Wide Fund for Nature (WWF), sebuah organisasi non-pemerintah internasional yang menangani masalah-masalah tentang konservasi, penelitian, dan restorasi lingkungan.

KLIK INI:  Yuk kenalan dengan Benjamin, Seniman yang Ciptakan Gelombang dari Sedotan Plastik

Meski kita menelan sesendok plastik setiap hari, tapi dampak kesehatan dari masuknya plastik ke dalam tubuh masih memerlukan penelitian lanjutan.

Penelitian itu mengumpulkan penelitian yang sudah dilakukan 50 peneliti internasional guna memberikan perhitungan akurat mengenai tingkat sampah yang kita telan atau hirup.

Dalam kesimpulannya, mereka mengatakan setiap orang ‘paling kurang’ menelan sekitar dua ribu bahan plastik setiap minggu.

Penelitian ini difokuskan pada bahan plastik yang berukuran sekitar 1 mm, yang merupakan bahan yang paling banyak ditelan manusia.

Sementara itu, peneliti dari University of Newcastle, Thava Palanisami mengatakan air minum entah dari air botolan maupun dari kran adalah sumber utama masuknya bahan plastik ke dalam tubuh manusia.

“Air mengandung juga serat yang kebanyakan disebabkan karena aktivitas industri.” katanya.

“Serat itu disebarkan bersama bahan kimia lain, dan bisa mengendap dalam air dan kemudian masuk ke air minum.”

KLIK INI:  Bahkan Sampah Plastik Telah Sampai ke Kawasan Adat Ammatoa Kajang

“Dan tidak ada sistem penyaringan untuk air botolan, yang bisa menyaring partikel yang sangat kecil tersebut.”

Dr Palanisami mengatakan bahwa bahan mikroplastik sekarang ini semakin banyak disebut menjadi bahan yang dikonsumsi oleh manusia.

Sejauh ini tidak ada data khusus mengenai tingkat konsumsi mikroplastik di Australia, namun Dr Palanisami memperkirakan tingkatnya lebih rendah, karena lingkungan yang lebih bersih dibandingkan negara lain.

Dia mengatakan langkah selanjutnya dari penelitian mereka adalah mengkaji dampak kesehatan manusia karena menelan bahan-bahan plastik tersebut.

“Bagaimana dampak nyatanya? Ini yang masih harus dikaji.” kata Dr Palanisami.

Penelitian University of Newcastle tersebut sedianya akan diterbitkan dalam jurnal, namun dipublikasikan lebih awal oleh WWF yang menyerukan aksi lebih besar bagi polusi bahan plastik.

KLIK INI:  Bahaya, Limbah Plastik Dunia Mengancam Indonesia

WWF mengatakan bocornya bahan-bahan plastik ke dalam lingkungan dan rantai makanan sejauh ini belum mendapat tanggapan memadai dari pemerintah di berbagai negara.

“Penelitian terbaru ini merupakan peringatan bagi pemerintah di mana pun.” kata Marco Lambertini, Direktur Umum Masalah Internasional WWF.

“Tidak saja bahan plastik mencemari laut, sungai dan membunuh kehidupan laut, namun bahan plastik ini juga masuk ke dalam tubuh kita.”

“Kita memerlukan tindakan segera dari pemerintah, bsinis dan konsumen, dan juga perjanjian global dengan target global untuk mengatasi polusi plastik.”

KLIK INI:  Demi Mengakhiri Tragedi Plastik, Kanada Akan Larang Plastik Sekali Pakai pada 2021