Jawa Terancam Kehabisan Sumber Air Bersih Tahun 2040
Jawa akan alami krisis air bersih tahun 2040 sebagai akibat persediaan air bersih yang terus berkurang Klikhijau.com – Water Environment Partnership in Asia (WEPA) menyebut bahwa Indonesia menyimpa...
Jawa akan alami krisis air bersih tahun 2040 sebagai akibat persediaan air bersih yang terus berkurang
Klikhijau.com – Water Environment Partnership in Asia (WEPA) menyebut bahwa Indonesia menyimpan 6% dari potensi air dunia. Namun, Jawa sebagai pulau terpadat di Indonesia pada tahun 2040 terancam kehabisan sumber air bersih.
Krisis air di pulau dengan jumlah penduduk sekitar 150 juta tersebut terjadi karena penurunan drastis jumlah air. Di mana kebutuhan air terus meningkat, sedangkan tingkat ketersediaan air terus menurun.
Data dari Pusat Litbang Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2012 menyebut, saat ini setiap orang di Jawa bisa mendapat 1.169 meter kubik air per tahun. Padahal, seperti yang pernah dikatakan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, standar ketersediaan air ideal untuk setiap orang berjumlah 1.600 meter kubik per tahun.
Otoritas yang sama memprediksi pada tahun 2040 nanti, ketersediaan air di Jawa jumlahnya menurun drastis pada angka 476 meter kubik. Angka ini jauh di bawah standar ideal kebutuhan setiap orang.
Jumlahnya juga sangat kecil jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain. Seperti di Papua 296.841 meter kubik per tahun; Kalimantan 80.167 meter kubik per tahun; Sulawesi 19.293 meter kubik per tahun; dan Sumatera 15.892 meter kubik per tahun.
Hal ini diperparah dengan kondisi kekeringan yang tersebar di banyak provinsi di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangang Bencana (BNPB) mendata ada 55 kepala daerah yang menetapkan status siaga darurat kekeringan melalui surat keputusan bupati dan wali kota.
Beberapa daerah yang terancam mengalami kekeringan dan kemarau ekstrim yang terjadi di sebagian besar wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Seperti dilaporkan Antara, musim kekeringan berdampak pada 102.746 hektare area pertanian. Memberikan efek pada 48.491.666 orang dan mengeringkan area sekitar 11.774.437 hektare.
[irp posts="5762" name="Perlu Waspada, Bakteri Mematikan Semakin Menyebar karena Perubahan Iklim"]
Kenyataan ini akan semakin menjerat masyarakat, khususnya bagi golongan yang tidak mampu. Mereka harus membeli air seharga ratusan ribu di tengah penghasilan yang tidak seberapa.