Ini Waktu Terbaik Minum Kopi jika Ingin Lebih Bahagia, Segar, dan Antusias Menurut Studi

Klikhijau.com - Pagi baru saja tiba. Di meja ruang tamu telah tersedia teko berisi kopi hitam tanpa gula. Pemandangan pagi seperti itu sangat lumrah di rumah. Minum kopi di pagi hari telah jadi kebia...

Ini Waktu Terbaik Minum Kopi jika Ingin Lebih Bahagia, Segar, dan Antusias Menurut Studi
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Pagi baru saja tiba. Di meja ruang tamu telah tersedia teko berisi kopi hitam tanpa gula. Pemandangan pagi seperti itu sangat lumrah di rumah.

Minum kopi di pagi hari telah jadi kebiasaan bagi masyarakat Desa Kindang. Itu semacam budaya yang telah mendarah daging. Tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Bagi kebanyakan orang, mereka bahkan lebih memilih minum kopi daripada sarapan. Setelahnya, mereka akan ke kebun. Di rumah, hal tersebut juga berlaku, khususnya bagi Ayah. Beliau tak akan ke kebun tanpa minum kopi terlebih dahulu. Sarapan nomor dua. [irp] Terkadang muncul pertanyaan, kenapa minum kopi jadi ritus yang di pagi hari? Jawabannya saya temukan di situs Earth kemarin. Sebuah studi yang dilakukan penelitiย di Universitas Bielefeld dan Universitas Warwickย menemukan bahwa kopi dan minuman berkafein lainnya meningkatkan kebahagiaan dan antusiasme. Efeknya paling kuat dalam dua setengah jam setelah bangun tidur. Setelah itu, efeknya melemah. Kesimpulan itu didapat para peneliti dari pengamatanย para orang dewasa muda di Jerman selama beberapa minggu. Setiap orang dipantau suasana hatinya dan melaporkan apakah mereka telah mengonsumsi kafein dalam 90 menit terakhir. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reportsย menunjukkan kafein bekerja paling baik di pagi hari. Membuat orang merasa lebih bahagia, lebih segar, dan lebih antusias. Namun, efeknya tidak bertambah kuat setiap kali minum. Efeknya memudar seiring berjalannya hari. [irp]
Mengurangi perasaan negatif
Studi tersebut juga menemukan bahwa kafein tidak hanya meningkatkan perasaan positif, tetapi juga mengurangi perasaan negatif seperti sedih dan kesal. Namun, perubahan tersebut lebih kecil dan kurang dapat diandalkan. Berbeda dengan peningkatan kebahagiaan di pagi hari, efek ini tidak bergantung pada waktu. Bagaimana bisa berbeda? Para peneliti berasumsi bahwa perbedaannya mungkin terletak pada cara kerja kafein. Kafein memblokir reseptor adenosin di otak. Hal ini meningkatkan energi dan aktivitas dopamin. Dopamin berkaitan dengan kewaspadaan dan suasana hati. Bersama-sama, perubahan-perubahan ini menjelaskan mengapa secangkir kopi di pagi hari terasa seperti penyegaran mental yang luar biasa. [irp] โ€œKami agak terkejut karena tidak menemukan perbedaan antara individu dengan tingkat konsumsi kafein yang berbeda-beda atau tingkat gejala depresi, kecemasan, atau masalah tidur yang berbeda-beda,โ€ kata Justin Hachenberger dari Universitas Bielefeld . Hachenberger juga menerangkan bahwa hubungan antara asupan kafein dan emosi positif atau negatif cukup konsisten di semua kelompok. Hasilย tersebutย menunjukkan bahwa efek emosional kafein dirasakan secara umum. Orang yang bereaksi buruk terhadap kafein mungkin menghindarinya, sehingga mereka tidak terwakili secara signifikan dalam penelitian ini. Para ilmuwan juga memperdebatkan apakah dorongan di pagi hari itu nyata atau hanya sekadar kelegaan dari penarikan di malam hari. [irp] โ€œKafein bekerja dengan memblokir reseptor adenosin, yang dapat meningkatkan aktivitas dopamin di wilayah otak utama โ€“ sebuah efek yang menurut penelitian dapat meningkatkan suasana hati dan kewaspadaan,โ€ jelas Profesor Anu Realo dari Universitas Warwick . โ€œBahkan orang-orang dengan konsumsi kafein sedang pun dapat mengalami gejala putus kafein ringan yang hilang setelah minum kopi atau teh pertama di pagi hari,โ€ย lanjutnya.
Minum secukupnya
Penelitianย tersebutย menunjukkan bahwa kelelahan dan lingkungan sosial juga memengaruhi perasaan seseorang terhadap kafein. Ketika seseorang merasa lebih lelah dari biasanya, kafein memberikan peningkatan suasana hati yang lebih besar. [irp] Ketika orang-orang berada di sekitar orang lain, efeknya melemah. Interaksi sosial mungkin telah membentuk suasana hati, sehingga kafein kurang terasa. Sementara perasaan negatif seperti khawatir tidak banyak berubah. Para peneliti berpendapat bahwa emosi-emosi ini terkait dengan stres jangka panjang atau peristiwa kehidupan. Hal ini membuat emosi tersebut lebih sulit diubah hanya dengan sekali minum. Emosi positif, di sisi lain, merespons rangsangan lebih cepat. โ€œSekitar 80 persen orang dewasa di seluruh dunia mengonsumsi minuman berkafein, dan penggunaan zat-zat yang merangsang tersebut sudah ada sejak lama dalam sejarah manusia,โ€ kata Profesor Sakari Lemola dari Universitas Bielefeld, penulis utama studi tersebut. [irp] โ€œBahkan hewan liar pun mengonsumsi kafein; lebah dan lebah tanah lebih menyukai nektar dari tanaman yang mengandung kafein.โ€ Meski kopi lebihย memiliki efek baik bagi kesehatan, para peneliti memperingatkan agar tidak minum terlalu banyak. Dosis tinggi dapat mengganggu tidur dan meningkatkan ketergantungan. Seiring waktu, berhenti mendadak dapat memicu sakit kepala, mudah tersinggung, dan kelelahan. Jadi, jangan lupa ngopi di pagi hari dengan catatan, jangan berlebihan. Secukupnya saja. [irp] Dari Earth