Ini Fakta Lain dari Burung Hantu yang Jarang Diketahui

oleh -16,323 kali dilihat
burung hantu
Ilustrasi burung hantu/ foto-istimewa
Irhyl R Makkatutu
Latest posts by Irhyl R Makkatutu (see all)

Klikhijau.com – Tatapannya tajam, seakan menembus apa apa yang dilihatnya. Apalagi didukung dengan mata yang besar. Mata besar itu pula yang memudahkannya sebagian dari  berpetualang di malam hari. Ia adalah  satwa ini sering kali dikaitkan dengan berbagai mitos berbau mistis.

Di kampung saya namanya kokkoci’. Nama itu akan membuatmu berkerut karena tidak tahu itu jenis apa. Tapi, jika saya menyebut burung hantu, pasti kamu tahu. Terlalu berlebihan jika tidak. Menurut Wikipedia burung hantu adalah kelompok burung yang merupakan anggota ordo Strigiformes.

Burung ini termasuk golongan burung buas (karnivora, pemakan daging) dan merupakan hewan malam (nokturnal). Seluruhnya, terdapat sekitar 222 spesies yang telah diketahui, yang menyebar di seluruh dunia kecuali  Antartika  sebagian besar Greenland, dan beberapa pulau-pulau terpencil.

Di dunia barat, hewan ini dianggap simbol kebijaksanaan, tetapi di beberapa tempat di Indonesia dianggap pembawa pratanda maut, maka namanya juga burung hantu. Walau begitu tidak di semua tempat di nusantara menyebutnya sebagai burung hantu.

Di Jawa misalnya, nama burung ini adalah darès atau manuk darès yang tidak ada konotasinya dengan maut atau hantu. Di  Sulawesi Utara, burung ini dikenal dengan nama manguni.

Burung hantu dikenal karena matanya besar dan menghadap ke depan, tak seperti umumnya jenis burung lain yang matanya menghadap ke samping.

Bersama paruh yang bengkok tajam seperti paruh  elang  dan susunan bulu di kepala yang membentuk lingkaran wajah, tampilan “wajahnya” demikian mengesankan dan kadang-kadang menyeramkan.

KLIK INI:  Klik Ini untuk Tahu Tarcius Spectrum, Si Mungil yang Menggemaskan

Apalagi leher burung ini demikian lentur sehingga wajahnya dapat berputar 180 derajat ke belakang. Dan di balik itu, ada fakta lain tentang burung hantu yang jarang diketahui:

  • Hidup siang hari

Tidak semua burung hantu ternyata adalah makhluk malam. Ada beberapa yang berburu siang hari. Sebut saja Great Gray Owl, Northern Hawk Owl, dan Northern Pygmy Owl beraktivitas saat siang hari untuk memburu mangsanya. Burung ini masih kerabat dekat elang, yang aktif siang hari.

  •  Pandai berenang

Jika ada burung yang bisa berenang, bisa jadi itu adalah burung hantu bertanduk. Mereka berenang menggunakan sayap mereka yang kuat. Ketika mereka mengincar sesuatu berada di dalam laut, akan lebih mudah bagi mereka untuk berenang dari pada terbang dengan sayap yang basah. Begitu sampai di dataran, mereka akan mengeringkan bulu dengan cepat.

  •  Mata palsu

Northern Pygmy Owl memiliki mata besar berwarna kuning, juga bulu hitam di belakang kepalanya, yang terlihat seperti mata. Mata palsu ini sering mengecoh predator karena mengira mangsa sedang melihatnya.

  • Betina lebih besar

Tidak sulit membedakan mana burung hantu betina atau jantan. Sebab betinanya berukuran lebih besar dari jantan. Ilmuwan memperkirakan bentuk tubuh pejantan yang lebih kecil membantu mereka terbang lebih cepat dan lebih cekatan saat berburu.

  • Telinga asimetris

Ternyata telinganya berbentuk tidak sama dan masing-masing mampu mendeteksi frekuensi bunyi yang berbeda. Mereka menggunakan perbedaan waktu dan nada suara untuk memastikan mangsa mereka. Hal ini memudahkan mereka untuk menemukan mangsanya.

KLIK INI:  Iman Mati, Spesies Badak Sumatera di Malaysia Berakhir