Ini Caranya Agar Rumah Ramah Lingkungan dan Tetap Dingin Tanpa AC

oleh -701 kali dilihat
Ini Caranya Agar Rumah Ramah Lingkungan dan Tetap Dingin Tanpa AC!
Ilustrasi rumah ramah lingkungan dan tetap dingin tanpa AC
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Tak banyak orang yang mampu bertahan dalam rumah atau ruangan yang panas, tak banyak. Sayangnya, khususnya di perkotaan udara semakin panas memanggang.

Solusi paling instan untuk mengatasi panas dalam ruangan, baik di kantor atau di rumah adalah pendingin ruangan atau AC. Jika bukan AC, biasanya akan disiasati dengan kipas angin.

Sumber masalahnya dari penggunaan AC adalah akan menyumbangkan emisi gas rumah kaca dan berkontribusi pada pemanasan global. Apalagi jika energi yang digunakan bukan bersumber dar energi terbarukan.

KLIK INI:  6 Hotel Paling Ramah Lingkungan di Asia, Satunya Bisa Anda Jumpai di Indonesia

Kabar memiriskan lainnya, dua pertiga rumah tangga di seluruh dunia diprediksi akan memiliki pendingin ruangan pada 2050 dan akan meningkatkan kebutuhan energi hingga tiga kali lipat.

Dan kabar gembiranya, bangunan dapat dirancang untuk menjaga udara tetap dingin, tanpa harus berkontribusi kepada perubahan iklim. Dan tentu saja akan lebih ramah lingkungan dan hemat

  • Cat dan lapisan cat

Penggunaan pigmen spesial pada cat atap rumah dapat memantulkan radiasi dari Matahari. Bukan hanya sekadar cahaya yang terlihat tapi juga hingga sinar infra merah.

Jika ini dilakukan dapat menurunkan suhu udara hingga lebih dari 10°C dibandingkan dengan cat biasa. Berikutnya, lapisan cat terbuat dari bahan yang sudah diseleksi untuk jendela juga menjaga panas Matahari di luar ruangan, tapi cahaya dapat masuk.

Bukan hanya itu, ada juga pelapisan fotokromik, yang berubah tergantung pada intensitas cahaya yang masuk, mirip seperti kacamata hitam.

KLIK INI:  10 Hijab Ramah Lingkungan yang Perlu Diketahui Para Hijabers

Pelapisan termokromik, yang akan bertambah gelap saat udara panas. Cat termokromik, yang bisa menyerap cahaya dan panas saat udara dingin dan memantulkan kembali saat udara panas, sedang dikembangkan.

  • Jendela dan tirai

Ruangan yang memiliki banyak jendela tentu lebih baik. Sebab Membuka jendela merupakan cara paling umum untuk mengusir gerah. Jika banyak jendela, udara segar akan masuk hingga suasana dingin dapat diwujudnya.

Hal tersebut bisa membuat sebuah ruangan lebih dingin, hemat dan tentu saja ramah lingkungan. Sebab tak lagi menggunakan AC atau kipas angin

Salah satu cara paling mudah untuk menjaga udara panas keluar sebenarnya adalah dengan insulasi yang baik dan penempatan jendela yang tepat. Pelindung rumah seperti atap miring dan kisi-kisi jendela sangat efektif ketika musim panas.

  • Hibrid dan bahan perubahan fasa (PCM)

Bahan Perubahan Fasa atau disebut sebagai PCM yang dapat menyimpan dan melepaskan energi dalam bentuk panas laten. Jadi, saat dingin, substansi tersebut berubah menjadi bahan padat (membeku) dan melepaskan panas.

KLIK INI:  Apakah di Masjid Tempat Anda Shalat Jumat Sudah Ramah Lingkungan?

Ketika menjadi cairan kembali, bahan tersebut menyerap panas dan memberikan efek pendinginan. Ini lebih efektif dari beton meski beton memiliki massa termal yang tinggi.

Namun, bahan ini membutuhkan energi besar: sekitar 8% hingga 10% dari emisi karbon dioksida di dunia berasal dari beton.

PCM telah dinobatkan sebagai teknologi yang menjanjikan oleh para peneliti dan tersedia secara komersial, biasanya pada langit-langit dan panel dinding.

Sayangnya, produksi PCM masih membutuhkan energi yang cukup besar. Beberapa PCM dapat menghasilkan seperempat emisi C02 dibandingkan bahan lainnya, sehingga pemilihan produk menjadi kunci. Manufaktur PCM juga harus lebih efisien ke depannya, agar nilainya bisa meningkat.

  • Penguapan air

Saat uap air yang panas naik, maka akan mendorong udara dingin ke bawah. Fenomena sederhana ini menjadi dasar pengembangan sistem pendinginan, yaitu menggunakan air dan ventilasi alami untuk mengurangi suhu dalam ruangan.

KLIK INI:  Ayo Tiru Gaya Hidup Mantan Putri Indonesia, Agni Pratistha yang Ramah Lingkungan!

Teknik yang digunakan untuk penguapan air antara lain semprotan, pipa semprot otomatis (untuk membuat kabut), bantalan yang lembab atau material berpori seperti alat penguapan terbuat dari keramik yang berisi air.

Air dapat diuapkan di menara, penangkap angin atau dinding berlapis ganda – semua fitur yang membuat ruang di mana udara panas dan uap air dapat naik, sementara udara dingin ke bawah. Sistem ini akan efektif selama udara cenderung kering dan dikontrol secara baik. Beberapa laporan menyatakan bahwa sistem ini bisa menurunkan suhu 14°C hingga 16°C di beberapa bangunan.

  • Bahan bangunan

Tingginya “massa termal” dari batu, batubata atau beton membuat bangunan terasa lebih dingin Massa termal adalah kemampuan bahan bangunan untuk menyerap dan melepaskan panas secara perlahan. Sehingga bisa mendapatkan suhu sejuk di pagi hari dan hangat di malam hari.

Sayangnya, bangunan modern menghasilkan lebih sedikit massa termal atau bahan-bahan yang memiliki massa termal yang tinggi malah tertutup oleh papan atau karpet.

Jika ingin merasa dingin dan ramah lingkungan, cobalah praktikkan hal di atas!

KLIK INI:  Mengenal Lebih Dekat Gerakan Nasional Pilah Sampah dari Rumah