Ini Ancaman Terbesar yang Mengepung Laut dan Isinya karena Ulah Manusia
Klikhijau.com – Tahun ini, untuk pertama kalinya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyoroti ancamana bagi kehidupan laut pada peringatan World Wildlife Day (WWD) atau Hari Margasatwa Dunia yang diperi...
Klikhijau.com – Tahun ini, untuk pertama kalinya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyoroti ancamana bagi kehidupan laut pada peringatan World Wildlife Day (WWD) atau Hari Margasatwa Dunia yang diperingati setiap tanggal 3 Maret.
Tahun ini, PBB mengangkat tema "Kehidupan di bawah air: untuk manusia dan planet." Tema itu menjadi jembatan untuk konservasi dengan fokus utama adalag adalah perlindungan spesies laut yang perlahan semakin terancam.
Tahun lalu, sebuah analisis sistematis pertama di dunia yang diterbitkan di jurnal Current Biology 2018 menemukan bahwa luas lautan telah berubah karena aktivitas manusia, dan hanya menyisakan 13 persen yang dibiarkan alami. Bukti itu menyusul pemberitaan setengah lautan dunia terus dieksploitasi untuk penangkapan ikan.
Tahun lalu pula, hal serupa pernah dilaporkan jurnal Science 2018 yang menemukan penangkapan ikan komersial mencakup area lebih besar dibanding pertanian global, hal itu menunjukkan bahwa laut berada di ranah yang kritis.
"Lautan mengatur iklim kita, menghasilkan setengah oksigen yang kita hirup, menyediakan makan untuk lebih dari 3 miliar orang, dan menyerap 30 persen karbon dioksida yang dilepaskan ke atmosfer dan 90 persen suhu panas akibat perubahan iklim," kata Abdoulaye Mar Dieye, Asisten Sekretaris Jenderal PBB pada November lalu, seperti yang ditayangkan di Nationalgeographic.co.id Tahun ini, terungkap pada peringatan WWD bahwa bukan hanya penangkapan ikan yang berlebihan yang menimbulkan masalah bagi laut, tapi ancaman laut sekarang ini datang dari berbagai penjuru. Setidaknya pada peringata WWD terungkap ancaman bagi laut seperti yang ditayangkan di Nationalgeographic.co.id, Senin, 3 Maret 2019KLIK INI: Marak Kapal Membuang Limbah di Laut, Luhut: Kita Akan Kejar Mereka
-
Pemanasan global
-
Polusi plastik
Fakta lapangan membuktikan, ikan yang tercemar laut tak hanya yang dekat dengan pantai, tapi di Palung Mariana yang kedalamannya 11 kilometer ditemukan hampir semua penghuninya mengkonsumsi plastik.KLIK INI: Kabar Buruk, Benda Ukuran 5 mm Ini Jadi Ancaman Nyata Bagi Mamalia Laut
-
Penangkapan ikan berlebihan
-
Pariwisata
-
Perjalanan ekspedisi laut
-
Minyak dan gas
-
Pengasaman