Klikhijau.com – Jika Anda orang yang suka makanan pedas, saya meyakini jika Anda juga suka minum air dingin usai menyantapnya. Atau jika cuaca sedang panas, minuman dingin kadang menjadi pilihan karena terasa nikmat saat diminum.
Namun kadang beberapa orang bilang begini, “minum air es tidak baik jika punya sakit mag”. Entah anggapan itu pernah dibacanya dari media daring atau dapat informasi dari dokter ahli.
Apalagi di zaman serba mudah sekarang ini. Di media sosial misalnya, orang bisa dengan mudah menemukan banyak informasi tentang tips kesehatan.
Jika Anda sakit mag, minum air adalah salah satu cara untuk mengatasi masalah asam lambung ini. Hanya saja, air yang diminum juga tidak boleh sembarangan.
Kurang minum membuat asam lambung yang berlebihan dan bisa naik ke area kerongkongan. Hal itu menyebabkan sensasi perih dan panas (heartburn). Selain itu, orang yang memiliki penyakit mag sering kali bersendawa, mual, dan sakit perut.
Semua gejala itu dapat diringankan dengan pilihan makanan dan minuman yang aman bagi lambung. Jadi, lebih baik Anda minum sebelum dan sesudah makan.
Benarkah air dingin tidak baik untuk sakit mag?
Pakar kesehatan menyarankan kita untuk menghindari air dingin jika ingin mengatasi masalah mag dengan efektif. Di laman Hellosehat.com, Aprinda Puji menulis jika air dingin bisa membuat perut lebih cepat kenyang.
Selain itu, makanan juga menjadi lebih sulit untuk dicerna dengan baik. Terlebih jika dijadikan sebagai teman makan siang, sarapan, atau makan malam.
Air dingin juga dapat membuat lebih cepat haus, sehingga cenderung akan minum terus. Akibatnya, perut bisa menjadi kembung.
Gangguan dalam mencerna makanan dan kekenyangan jadi faktor penyebab gejala mag kambuh kembali.
Jadi, lebih baik Anda memilih air yang suhunya tidak terlalu dingin. Misalnya, minum air hangat atau air biasa saja. Pilihan air ini lebih aman untuk pencernaan Anda.
Air hangat bisa bekerja lebih cepat menetralisir asam di lambung. Ph lambung yang tinggi bisa cepat dinetralkan dengan air yang hangat dibandingkan air dingin.
Selain suhu air, jenis air yang diminum juga sebaiknya diperhatikan. Sebaiknya tidak mengonsumsi minuman dengan tambahan perasa asam, memiliki kandungan kafein, atau minuman bersoda.
Minuman tersebut dapat menyebabkan produksi asam lambung meningkat.








