Ini Alasan Mengapa Kertas ‘Soluble’ Tidak Aman Dipakai dalam Kemasan Pangan

oleh -266 kali dilihat
kertas soluble
Ilustrasi - Foto: Pixabay
Yusrawati

Klikhijau.com – Di tengah kesibukan dan rutinitas yang padat, tak sedikit orang memilih untuk memesan makanan untuk dibawa ke rumah. Namun, satu  hal yang harus diperhatikan sebagai konsumen yang bijak adalah perihal wadah atau kemasan makanan.

Kemasan sendiri bertujuan untuk memberikan keamanan kepada produk selama masa penyimpanan hingga tiba waktunya untuk dikonsumsi. Maka konsumen sudah selayaknya memerhatikan kemasan makanan sebagai bagian yang akan bersentuhan langsung dengan makanan.

Adapun jenis kemasan makanan berdasarkan bahan yang biasa ditemui adalah kaleng, aluminium, kaca, plastik dan kertas. Terkhusus pada jenis kemasan kertas biasanya ditemui pada makanan cepat saji, pembungkus nasi kuning atau makanan yang ada di pinggir jalan.

Pada dasarnya jenis pembungkus kertas terhitung mudah larut dalam air (soluble paper). Namun, walaupun kesan dari jenis kemasan ini tidak menciptakan limbah yang nyata karena larut dalam air, soluble paper justru menyimpan bahaya yang mengintai  manusia dan lingkungan.

Yuk simak beberapa dampak dan alasan mengapa kertas soluble tidak boleh digunakan dalam kemasan pangan:

KLIK INI:  Ancaman Bahaya Bahan Kimia Beracun dalam Kemasan Makanan
  • Berbahaya bagi Kesehatan

Pada kertas soluble sendiri sejatinya dilapisi dengan serat plastik pada bagian kertasnya. Maka dari itu sebagai konsumen harus hati-hati sebab plastik pada kertas pembungkus tersebut bisa jadi mengandung BPA yang berbahaya bagi tubuh.

BPA (Bisphenol A) merupakan bahan kimia yang sering dipakai sebagai bahan pembuat wadah makan, plastik sampai kertas. Walaupun awalnya digunakan pada wadah makanan kalengan dengan tujuan supaya tidak berkarat.

Melansir dari Hellosehat, menurut seorang ilmuwan riset di New York, Kurnthachalam Kannan, Ph.D, BPA pada kertas pembungkus makanan berada pada konsentrasi sangat tinggi.

Hal ini akan menjadi serius ketika BPA masuk keadalam tubuh karena bisa menimbulkan dampak bagi pertumbuhan, perbaikan sel, reproduksi sampai perkembangan janin. Selain itu, ternyata BPA juga bisa berdampak pada kanker prostat, kanker payudara.

KLIK INI:  Rakorsus, Upaya Pemerintah Atasi Karhutla
  • Merusak Lingkungan

Selain berdampak pada kesehatan manusia, keberadaan kertas soluble yang digunakan pada pembungkus makanan juga bisa memberikan efek yang buruk pada lingkungan.

Hal tersebut terjadi sebab ketika kertas soluble bercampur dan larut di dalam air akan menciptakan microplastik.

Mungkin selintas kertas soluble tidak memberikan penumpukan sampah yang jelas pada lingkungan. Namun, keberadaan microplastik jelas tak kalah mengancam lingkungan bahkan juga semua makhluk hidup termasuk manusia.

Dampak microplastik pada lingkungan adalah ketika terurai akan mencemari perairan. Bahkan menurut penelitian yang dilakukan oleh tim PKM Universitas Ahmad Dahlan tahun 2022 mendapatkan bahwa microplastik sudah terdeteksi pada air hujan yang jatuh di daerah jalan raya pusat kota provinsi daerah istimewa Yogyakarta (DIY).

Tak hanya pada air hujan, melansir dari kompas.com ecological observation and wetlands conservation (ecoton) melalui penelitiannya mengungkap bahwa microplastik sudah tersebar di banyak sungai di Indonesia.

KLIK INI:  Ironi Melonjaknya Sampah Makanan di Bulan Puasa

Menyebarnya microplastik pada air seharusnya meresahkan manusia sebagai makhluk yang tidak akan pernah bisa hidup tanpa air. Sebab, microplastik saat masuk kedalam tubuh akan memberikan dampak yang berbahaya bagi kesehatan.

  • Sulit Didaur Ulang

Masalah lain yang menjadi kertas soluble tidak boleh digunakan adalah karena sulit didaur ulang. Walaupun manusia memutuskan untuk tidak membuang sampah kertas soluble pada air dan mendaur ulangnya, ini tetap tidak menjadi solusi.

Sebab, pada dasarnya kertas soluble berlapis dengan plastik maka hal ini akan mempersulit proses daur sebab ia harus dipisahkan dulu dengan kertasnya. Oleh karena itu kertas soluble tidak ramah daur ulang.

Oke sahabat hijau itulah tadi alasan mengapa kita tidak boleh menggunakan kertas soluble sebagai kemasan pangan yah. Sekarang sudah saatnya memilih apakah masih ingin menggunakan kemasan kertas soluble dengan segelintir dampaknya ataukan beralih pada yang aman bagi lingkungan juga diri sendiri.

KLIK INI:  Berapa Lama Proses Fermentasi Eco-Enzyme Lalu Bisa Dipanen?