Ibu yang Menyusui Bisa Atasi Perubahan Iklim, Benarkah?
Klikhijau.com – Perubahan iklim merupakan hal yang perlu dicemaskan. Karena membawa ancaman yang cukup nyata dan serius bagi lingkungan hidup dan kesehatan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk men...
Klikhijau.com – Perubahan iklim merupakan hal yang perlu dicemaskan. Karena membawa ancaman yang cukup nyata dan serius bagi lingkungan hidup dan kesehatan.
Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasinya, namun berbagai tantangan pula menghadangnya.
Dan hal terbaru mengenai cara mengatasi perubahan iklim yang terbilang unik dan tak terduga adalah menyusui.
Ya, menyusui sedang jdai sorotan karena dianggap bisa ber kontribusi signifikan para perempuan dalam hal mengatasi perubahan iklim.
[irp]
Baru-baru ini, sebuah studi mengungkapkan hal tersebut. Menyusui mengekstraksi sedikit sumber daya alam, seperti air atau tanah, tidak menghasilkan emisi karbon, dan minim atau nol limbah.
Pemberian ASI menekan ovulasi, membantu mengurangi jumlah anggota keluarga, dan menjaga keluarga tetap sehat. Hal ini bisa menjaga sumber daya Bumi dari dampak yang ditimbulkan oleh manusia.
Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa menyusui selama enam bulan menghemat 95-153kg CO₂e (carbon dioksida ekuivalen) per bayi dibandingkan dengan pemberian susu formula.
Semisal di Inggris apabila semua bayi diberikan ASI selama enam bulan saja, maka penghematan emisi karbon sama dengan mengeluarkan 50.000 sampai 77.500 mobil dari jalan selama setahun.
Penggunaan susu bubuk memerlukan sekitar 4.700 liter air per kilo susu. Susu formula menggunakan bahan-bahan seperti minyak kelapa sawit untuk kebutuhan mineral dan vitamin bagi pertumbuhan bayi.
[irp]
Susu formula bubuk membutuhkan air yang dipanaskan hingga suhu 70°C agar steril dan aman dikonsumsi. Hal ini menyerap sumber daya.