Hewan Ini Hanya Menyentuh Tanah Ketika Ingin Buang Kotoran

oleh -1,134 kali dilihat
Hewan Ini Hanya Menyentuh Tanah Ketika Ingin Buang Kotoran
Hewan paling lambat di dunia, kungkang/foto-amazino-co
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Mereka tak pernah terburu-buru. Semua hal yang mereka lakukan sangat lambat, berkedip sekalipun. Hewan yang aneh dan menggemaskan

Hidup mereka lebih banyak di ketinggian, pada cabang-cabang pohon di banyak hutan yang terbentang dari Amerika Selatan hingga Tengah.

Namanya kungkang atau dalam bahasa Inggris bernama sloth. Sifat mereka yang tidak terburu-buru disebabkan oleh trik evolusi aneh yang mereka alami.

Dikatakan trik evolusi aneh, sebab menurut bbc.com pada zaman prasejarah ada beberapa kungkang seberat beberapa ton.

KLIK INI:  Mamalia Besar Ini Kabur Setelah Kebakaran Melanda Taman Nasional Tesso Nilo

Mereka hidup di akhir zaman es hingga sekitar 11.000 tahun lalu, mencari makan dari pepohonan dengan cara berdiri menggunakan kaki belakang mereka untuk menggapai dedaunan.

Spesies kungkang yang telah punah meliputi sejumlah besar kungkang darat yang beberapa di antaranya berukuran sebesar gajah.

Sementara kungkang modern – kungkang dengan tiga kuku dan dua kuku – jauh lebih kecil ketimbang kungkang yang hidup di zaman prasejarah.

Kungkang merupakan mamalia berukuran sedang yang termasuk dalam famili Megalonychidae (kungkang dua jari) dan Bradypodidae (kungkang tiga jari) yang digolongkan menjadi enam spesies.

Hewan ini merupakan bagian dari ordo Pilosa sehingga ada hubungannya dengan pemakan semut yang mempunyai kemiripan cakar.

Tubuhnya dihuni beberapa makhluk hidup

Kungkang adalah hewan arboreal (bertempat tinggal di pohon) yang menghuni rimba di Amerika Tengah dan Selatan.

KLIK INI:  Dianggap Membawa Keberuntungan, 4 Hewan Ini Diburu dan Terancam Punah

Kungkang menjadi habitat yang baik bagi organisme lain. Seekor kungkang dapat dijadikan tempat tinggal bagi ngengat, kumbang, kecoa, ciliata, fungi, dan alga

Camila Mazzoni dari Institut Kebun Binatang dan Riset Alam Liar Leibniz di Jerman mengungkapkan, yang berubah yaitu kombinasi baik dari kebiasaan memanjat pohon serta pola makan yang hampir seluruhnya bergantung pada dedaunan.

“Menu makan dedaunan itu sangat miskin nutrisi dan asupan kalorinya pun sangat rendah. Karena itulah mereka harus memiliki laju metabolisme yang sangat lambat untuk mengatasi asupan kalori rendah ini,” katanya.

KLIK INI:  Ultah ke 121, Tommy Jadi Hewan Peliharaan Tertua di Dunia

Mereka menghabiskan waktunya di atas pepohonan dengan alasan agar selamat dari predator yang bisa memangsanya.

Hanya pada waktu tertentu mereka akan turun dari pepohonan, yakni ketika ingin buang hajat atau kotoran.

Meski gerangannya lambat, namun kungkang bukanlah hewan pemalas, setidaknya begitu menururt Becky Cliffe, ahli hewan asal Inggris yang bekerja di Yayasan Konservasi Kungkang Kosta Rika

“Jangan samakan sikap ‘santai’ kungkang sebagai perilaku malas, ujar CliffeMereka tidak malas. Monyet pelolong yang hidup di hutan tidur selama 18 jam sehari, sementara kungkang hanya tidur sekitar 10 jam,” tegasnya.

KLIK INI:  14 Ekor Curik Bali Dapat Kebebasan Terbang di TNBB

Tempat tinggal kungkang di lingkungan yang panas dan lembab di bawah pepohonan, yang membuatnya diduga sangat lambat.

Jika saja mereka tinggal ditempat lain mungkin lebih lincah dan hidup dengan ritme yang lebih cepat.

Namun setelah generasi demi generasi, mereka pada akhirnya tiba pada ritme kehidupan yang sangat sesuai dengan lingkungan tempat mereka tinggal.

“Mereka menunjukkan bahwa Anda tidak harus berlarian ke sana kemari setiap saat untuk mencari makan, mereka membuat santai semua sistem,” terang Cliffe.

KLIK INI:  Delias Rosenbergi, Kupu-Kupu dengan Sayap Menawan Memanjakan Mata