Harimau Sumatera Serang Seorang Pekerja di Riau Hingga Tewas

oleh -139 kali dilihat
Harimau Sumatera Serang Seorang Pekerja di Riau Hingga Tewas
Harimau sumatera/foto-Suara.com
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – International Union for Conservation of Nature (IUON) telah mencatat bahwa harimau Sumatera merupakan daftar merah hewan langka sejak 2008. Jumlahnya diperkirakan kurang dari 400 yang tersebar di Pulau Sumatera, khususnya hutan-hutan. Populasi harimau Sumatera ini semakin berkurang karena ancaman deforestasi dan pembalakan liar.

Harimau yang kekurangan makan dan habitatnya terganggu bahkan sampai datang ke area penduduk. Juga ke areal-areal di mana penduduk bekerja di area hutan. Harimau kadang pula melakukan penyerangan secara tak terduga saat merasa terancam.

Wahyu Kurniadi seorang pekerja di PT Riau Indo Agropalma meninggal usai serangan harimau yang terjadi di areal perkebunan perusahaan di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Dilansir The Jakarta Post, Minggu, 27 Oktober 2019, kejadian bermula saat Wahyu dan empat rekan kerjanya tengah bekerja di perkebunan akasia. Tiba-tiba seorang harimau menyerang Wahyu dan menyebabkan tengkuk lehernya hingga terluka. Dia diseret harimau tersebut ke dalam semak-semak.

KLIK INI:  Perihal Ida Kembali ke Habitatnya dan Putri Singguluang Masuk Jebakan

Rekan-rekan Wahyu berhasil meninggalkan lokasi tersebut untuk menyelamatkan diri dan meninggalkan Wahyu di belakang. Korban berumur 19 tahun tersebut akhirnya tewas setelah terluka akibat serangan harimau.

“Korban akan dikubur di kampung halaman di Aceh, sesuai permintaan keluarganya,” kata Suharyono, kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau.

Suharyono menjelaskan BKSDA tengah mencari solusi yang cocok dari serangan mamalia berbahaya tapi kritis jumlahnya ini. BKSDA sendiri telah menunjuk tim khusus ke desa-desa dan ke pekerja-pekerja terkait apa yang harus dilakukan ketika diserang oleh harimau.

“Tidak adil bagi kita ketika menghilangkan harimau dari rumah mereka sendiri. Meskipun kami akan membuat solusi sebaik mungkin untuk masalah ini,” ujarnya.

Sebelumnya, pekerja PT Riau Indo Agropalma bernama M. Amri telah meninggal pula pada bulan Mei dengan kondisi yang sama di Tanjung Simpang. Masalah antara manusia dan harimau tersebut terjadi di sepanjang

“habitat” harimau di Riau, Pulau Sumatera. Harimau sisa-sisa terakhir.

KLIK INI:  Bisakah Pemkot Makassar Mencontoh Pemkot Surabaya?