Hal Unik dari Kelor, Jadi Aneka Makanan hingga Persyaratan Nikah
Klikhijau.com – November tahun lalu, jadi bulan yang diisi aneka kenangan kelor di kepala saya. Bulan itu saya mengunjungi salah satu desa di Kabupten Gowa, namanya Desa Batu Rappe yang terletak di Ke...
Klikhijau.com – November tahun lalu, jadi bulan yang diisi aneka kenangan kelor di kepala saya. Bulan itu saya mengunjungi salah satu desa di Kabupten Gowa, namanya Desa Batu Rappe yang terletak di Kecamatan Biring Bulu.
Meski itu bukan kunjungan saya yang pertama, tapi telah berkali-kali, hanya kunjungan di bulan November itu terasa berbeda dari kunjungan lainnya.
Sebab, di sana digelar diskusi tentang kelor, dan saya leluasa mencicipi aneka olahan makanan kelor, mulai dari bakso kelor, keripik hingga puding kelor.
Bukan hanya itu, ada pula kunjungan ke kebun kelor yang baru dikembangkan. Desa Batu Rappe, merupaka salah satu desa di datarang tinggi Gowa yang memang gencar membudidayakan pohon kelor.
[irp]
Bahkan pemerintah setempat tidak segan menggelontorkan uang dengan jumlah banyak demi membangun industri kelor. Tanaman yang dikenal dengan berbagai manfaat.
Petani kelor di Batu Rappe didampingi oleh seorang pendamping desa bernama Irham, ia gigih membangun semangat petani agar mengembangbiakkan kelor.
“Kelor adalah tanaman yang mudah dirawat, hanya sekali tanam saja,” katanya.
“Kelor bisa menjadi komoditi andalan warga jika dikembangkan dengan baik,” lanjutnya.
Apa yang terjadi di Batu Rappe juga terjadi di Nusa Tenggara Timur. Bedanya, di NTT instruksi menanam kelor datang dari Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.