Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Berita Lingkungan

Emil Salim ke Menteri LH/BPLH: Lingkungan Perlu Human Touch dan Gerakan Kolaboratif

Klikhijau.com – Guna memperkuat arah kebijakan dan gerakan lingkungan yang berkelanjutan.  Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh. Jumhur Hidayat  bertemu...

Oleh Tim Redaksi 07 May 2026 10:27 2 menit baca
Klikhijau.com – Guna memperkuat arah kebijakan dan gerakan lingkungan yang berkelanjutan.  Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh. Jumhur Hidayat  bertemu dengan Emil Salim. Emil Salim merupakan tokoh senior lingkungan hidup Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup periode 1978–1983 dan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup periode 1983–1993. Menteri Jumhur menegaskan bahwa arah pembangunan lingkungan ke depan harus mengedepankan kolaborasi yang luas dan pendekatan yang lebih manusiawi, dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat sipil, dalam satu gerakan bersama. [irp] “Saya dinasehati dan kita semua dinasehati oleh Prof. Emil bahwa sentuhan kemanusiaan, human touch dalam membangun lingkungan hidup di Indonesia, di mana pun posisi kita apa pun itu. Karena itu, silakan dikolaborasikan semua kekuatan, terutama masyarakat sipil dalam gerakan lingkungan. Gerakan tidak boleh hanya menjadi milik Kementerian Lingkungan Hidup, tapi gerakan lingkungan menjadi milik semua,” ujar Menteri Jumhur. Lebih lanjut, Menteri Jumhur menekankan bahwa pengelolaan lingkungan tidak dapat berjalan optimal tanpa keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat yang selama ini berperan langsung dalam menjaga lingkungan secara sukarela. Sementara itu, Emil Salim menyampaikan pentingnya perubahan cara pandang dalam melihat hubungan antara manusia dan lingkungan, khususnya dalam memahami sampah sebagai bagian dari siklus kehidupan. [irp] “Alam ini siklus, sampah pun siklus sehingga bisa didaur ulang. Maka bagaimana membangun pola bahwa resource menjadi produk, produk menjadi sampah, dan sampah kembali menjadi resource untuk produk. Jangan melihat sampah sebagai buangan, tetapi menjadikan sampah sebagai sumber kehidupan yang bisa bermanfaat bagi manusia,” jelas Emil Salim. Emil Salim juga mengingatkan bahwa alam bekerja dalam suatu siklus yang harus dijaga keseimbangannya agar tetap berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat bagi kehidupan. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesinambungan pemikiran lintas generasi dalam pengelolaan lingkungan hidup. Di tengah tantangan perubahan iklim, pengelolaan sampah, dan degradasi lingkungan yang semakin kompleks, diperlukan pendekatan yang tidak hanya berbasis kebijakan dan teknologi, tetapi juga nilai, etika, serta kesadaran kolektif seluruh elemen bangsa. KLH/BPLH menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi pengelolaan lingkungan yang lebih inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan, dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga siklus alam [irp]
Topik terkait
#emil salim #sumber kehidupan #menteri lh/bplh #lingkungan berkelanjutan #gerakan kolaborasi #sentuhan kemanusian #human touch