Embun Es di Dieng Banjarnegara Diserang Wisatawan, Ada Apa di Balik Fenomena Alam ini?
Klikhijau.com - Tak terkira sensasinya berada di titik dingin, di bawah sepuluh derajat Celsius bahkan minus. Begitulah rasa penasaran kita semua saat mendengar kabar bahwa suhu udara di Dieng Banjarn...
Klikhijau.com - Tak terkira sensasinya berada di titik dingin, di bawah sepuluh derajat Celsius bahkan minus. Begitulah rasa penasaran kita semua saat mendengar kabar bahwa suhu udara di Dieng Banjarnegara Jawa Tengah mengalami fenomena embun es.
Pagi ini 25 Juni 2019, pihak otoritas setempat melansir bahwa embun es muncul lebih tebal dan meluas hingga mencapai lima derajat Celsius.
Fenomena alam tahunan yang terjadi di musim kemarau ini mengundang perhatian wisatawan. Kini, jumlah pengunjung di Banjarnegara membludak.
Kebanyakan memilih menginap karena embun es akan memuncak di awal pagi. Tentu, sensasi di malam hari tidak terkira pula dinginnya.
[irp posts="5442" name="Gunung Sampah di India Jadi Saingan Baru Taj Mahal"]
Embun es beku yang turun menempel di rumput hingga di sekitaran kompleks Candi Arjuna Dieng. Menariknya, buliran embun es itu dapat memantulkan panorama yang menakjubkan.
Beberapa pengunjung senang memungut serpihan es sembari menikmati suasana seperti sedang berlibur di Korea.
Embun es diperkirakan akan terjadi hingga Agustus mendatang. Jadi, waktunya cukup panjang bagi wisatawan yang penasaran. Wajar saja bila setiap harinya, penginapan di Dieng Kulon saat ini merangkak naik hingga 40 persen dari biasanya.
Intensitas pengunjung bisa lebih tinggi lagi bila di akhir pekan, terlibih foto-foto terkait fenomena alam ini semakin viral di sosial media.
Walau berhasil mendongrak sektor pariwisata, fenomena alam ini menjadi petaka di satu sisi yakni di sektor pertanian.
Bagi petani, embun es atau dalam bahasa lokal disebut bun upas adalah musibah lantaran menyebabkan kematian tanaman. Petani kentang paling kena dampaknya, akibat embun es perlahan batang kentang menguning lalu mati membusuk.
Situasi ini cukup mencemaskan sebab petani di Dieng mengaku sedang berada dalam usia pemeliharaan tanaman kentang, yakni antara 40-50 hari.
[irp posts="4354" name="Waspada, Tanpa Disadari Mikroplastik Bisa Masuk ke Tubuh Manusia"]