Embun Es di Dieng Banjarnegara Diserang Wisatawan, Ada Apa di Balik Fenomena Alam ini?

oleh -231 kali dilihat
Embun Es di Dieng Banjarnegara Diserang Wisatawan, Ada Apa di Balik Fenomena Alam ini?
Wisatwan melihat embun es Dieng/Foto-detik.com

Klikhijau.com – Tak terkira sensasinya berada di titik dingin, di bawah sepuluh derajat Celsius bahkan minus. Begitulah rasa penasaran kita semua saat mendengar kabar bahwa suhu udara di Dieng Banjarnegara Jawa Tengah mengalami fenomena embun es.

Pagi ini 25 Juni 2019, pihak otoritas setempat melansir bahwa embun es muncul lebih tebal dan meluas hingga mencapai lima derajat Celsius.

Fenomena alam tahunan yang terjadi di musim kemarau ini mengundang perhatian wisatawan. Kini, jumlah pengunjung di Banjarnegara membludak.

Kebanyakan memilih menginap karena embun es akan memuncak di awal pagi. Tentu, sensasi di malam hari tidak terkira pula dinginnya.

KLIK INI:  Gunung Sampah di India Jadi Saingan Baru Taj Mahal

Embun es beku yang turun menempel di rumput hingga di sekitaran kompleks Candi Arjuna Dieng. Menariknya, buliran embun es itu dapat memantulkan panorama yang menakjubkan.

Beberapa pengunjung senang memungut serpihan es sembari menikmati suasana seperti sedang berlibur di Korea.

Embun es diperkirakan akan terjadi hingga Agustus mendatang. Jadi, waktunya cukup panjang bagi wisatawan yang penasaran. Wajar saja bila setiap harinya, penginapan di Dieng Kulon saat ini merangkak naik hingga 40 persen dari biasanya.

Intensitas pengunjung bisa lebih tinggi lagi bila di akhir pekan, terlibih foto-foto terkait fenomena alam ini semakin viral di sosial media.

Walau berhasil mendongrak sektor pariwisata, fenomena alam ini menjadi petaka di satu sisi yakni di sektor pertanian.

Bagi petani, embun es atau dalam bahasa lokal disebut bun upas adalah musibah lantaran menyebabkan kematian tanaman. Petani kentang paling kena dampaknya, akibat embun es perlahan batang kentang menguning lalu mati membusuk.

Situasi ini cukup mencemaskan sebab petani di Dieng mengaku sedang berada dalam usia pemeliharaan tanaman kentang, yakni antara 40-50 hari.

KLIK INI:  Waspada, Tanpa Disadari Mikroplastik Bisa Masuk ke Tubuh Manusia
Ada Apa Dibalik Fenomena Alam Ini?

Dilansir Liputan6.com, Kepala Stasiun Geofisika (BMKG Banjarnegara) Setyoajie, menerangkan, embun es muncul lantaran terjadi penurunan suhu ke titik beku. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kandungan uap atmosfer, ini terlihat dari cuaca cerah di kawasan sekitar Dieng.

Rendahnya uap air di atmosfer menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan oleh bumi ke luar agkasa pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer. Akibatnya, energi yang digunakan untuk meningkatkan suhu atmosfer di lapisan dekat permukaan bumi tidak signifikan.

Suhu dingin tersebut akan lebih terasa di wilayah pegunungan atau dataran tinggi, seperti Dieng. Penurunan suhu yang signifikan berpotensi memunculkan embun es.

Sejatinya, BMKG melihat ini sebagai fenomena alam yang wajar dan tak berbahaya bahkan aman bagi kesehatan. Hanya saja masyarakat atau wisatawan diminta mengantisipasi rasa dingin yang tak biasa.

Jadi, dataran tinggi atau pegunungan selama periode ini kehilangan radiasi. “Oleh sebab itu, di puncak gunung bertekanan lebih tinggi dibandingkan di lembah. Udara yang lebih dingin memiliki densitas (kerapatan udara) yang lebih besar, kemudian akan mengalirkan udara ke lembah (catabatic flows),” kata Setyoajie dikutip Suara.com.

Fenomena ini akan menciptakan suasana tak biasa bagi orang Indonesia yang terbiasa cuaca panas. Wajar saja, bila Dieng jadi idola baru wisatawan di kemarau ini.

KLIK INI:  Manusia Hanya Punya Dua Pilihan Terhadap Lingkungan, Menjaga atau Merusaknya, Pilih Mana?