Dunia Konservasi Indonesia Berduka, Diego Tutup Usia Diusia 17 Tahun

Dunia Konservasi Indonesia Berduka, Diego Tutup Usia Diusia 17 Tahun
Gajah Diego
Bacakan Artikel

Selanjutnya, pada Tanggal 16 September 2026 kembali dilakukan pengobatan lanjutan di mana ketika tim hendak melakukan treatment hari kedua terhadap Diego dengan treatmen pengambilan sampel darah dan pemberian cairan infus serta obat - obatan lain, kondisinya  tiba tiba terduduk dan tumbang.

Tidak lama berselang tanda - tanda vital hilang dan dinyatakan dalam kondisi mati pada pukul 12.00 WIB. Berdasarkan hasil bedah bangkai (nekropsi) penyebab kematian diduga akibat infeksi saluran pencernaan yang bersifat kronis.

Selanjutnya tim medis juga mengambil sampel organ utuk dilakukan pemeriksaan laboratoris guna peneguhan diagniosa. Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan, Individu Gajah Diego dikubur sesuai prosedur yang berlaku.

BBKSDA Riau menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh dokter hewan, paramedis veteriner, mahout, dan petugas lapangan yang telah bekerja tanpa mengenal waktu selama proses perawatan Diego.

 Lebih lanjut, BBKSDA Riau juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian gajah Sumatera yang saat ini masih menghadapi berbagai ancaman terhadap kelangsungan hidupnya.

Upaya konservasi hanya dapat berhasil melalui kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga habitat, mengurangi konflik manusia dan satwa liar, serta mendukung berbagai program perlindungan dan penyelamatan gajah di Indonesia.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2