Didahului Upacara Adat, 10 Paus Pilot yang Terdampar di Perairan NTT Dikuburkan

Klikhijau.com – Paus Pilot (Globicephala macrorhynchus) terdampar di Pantai Lie Jaka, Kelurahan Ledeunu, Kecamatan Raijua, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kabar ini tentu mengejut...

Didahului Upacara Adat, 10 Paus Pilot yang Terdampar di Perairan NTT Dikuburkan
Bacakan Artikel

Penguburan telah dilakukan pada hari Jum’at tanggal 31 Juli 2020 yang didahului dengan upacara adat.

Menurut BKKPN Kupang penyebab sering terdamparnya paus pilot diperairan pantai diduga karena disorientasi arah.

Paus Pilot ini kemungkinan terdampar kerena mengalami disorientasi arah, sifat dari paus ini hidup berkelompok dalam jumlah yang banyak. Sehingga jika salah satu terdampar maka kemungkinan besar anggota kelompok lain akan ikut terdampar.

Sebagai informasi bahwa perairan laut Sawu merupakan jalur migrasi paus dan setiap tahun pada periode yang sama sering terjadi peristiwa terdamparnya mamalia laut terutama paus.

Penanganan mamalia laut

Mamalia laut dari kelompok paus, lumba-lumba, dan dugong saat ini berstatus terancam punah menurut kategori IUCN Redlist.

Dilansi Mongabay, Paus dan lumba-lumba merupakan kelompok akuatik yang sering terdampar di pantai-pantai Indonesia. Melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 79 tahun 2018, mamalia laut tersebut telah ditetapkan sebagai target prioritas konservasi nasional dalam Rencana Aksi Nasional (RAN) konservasi mamalia laut periode 2018-2022.

Dalam buku berjudul Pedoman Penanganan Mamalia Laut (Edisi kedua, September 2018), yang disusun Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, disebutkan bahwa kejadian mamalia laut terdampar adalah ketika mamalia laut ditemukan di pantai atau perairan dangkal, baik hidup atau mati.

Menyentuh mamalia laut yang mati, sangat tidak disarankan terutama bagi perempuan hamil, anak-anak atau orang yang mengalami luka di tubuhnya, karena ada virus dan bakteri.

Pada kejadian mamalia laut terdampar mati, hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan nekropsi atau bedah bangkai hewan, untuk mengetahui penyebab kematian. Nekropsi harus dilakukan oleh tim dokter hewan atau tim penolong yang memiliki keahlian, setelah itu dilaksanakan penanganan bangkai.

Ada tiga opsi penanganan bangkai. Pertama, ditenggelamkan di laut lepas, sekurangnya dengan kedalaman minimum 20 meter. Gas dari dalam tubuh dikeluarkan terlebih dahulu dengan cara ditusuk, dan diberikan pemberat agar tenggelam. Tubuh mamalia laut yang tenggelam berkontribusi positif terhadap kesehatan ekologi dasar laut, sebab akan menjadi sumber makanan bagi biota lain.

Kedua, dengan membakar. Saat memilih opsi ini harus mempertimbangkan potensi udara sekeliling.

Ketiga, dikubur di tanah atau di pantai, dan yang menjadi catatan penting adalah sedapat mungkin mengurangi kontak langsung dengan bangkai.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2