Dengan Sepatu, Gally Ingin Perbaiki Lingkungan di Indonesia.
Klikhijau.com - Sudah tersebar dengan liar dan luas, jika Indonesia adalah penyumbang sampah terbesar di lautan setelah China. Berdasarkan data dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) da...
Klikhijau.com - Sudah tersebar dengan liar dan luas, jika Indonesia adalah penyumbang sampah terbesar di lautan setelah China.
Berdasarkan data dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun.
Ngerinya, sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut. Untuk kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 milar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik.
Hal mengerikan lainnya dari sampah plastik yang masuk ke laut, karena dapat terbelah menjadi partikel-partikel kecil yang disebut microplastik dengan ukuran 0,3–5 milimeter.
[irp]
Apakah masyarakat Indonesia abai dengan fenomena itu? Banyak yang abai, namun ada pula yang sangat peduli. Berjuang untuk memperbaiki kualitas lingkungan Indonesia dengan beragam kreativitas.
Semisal Gally Rangga, pemilik brand sepatu Exodos57 yang berlokasi di Bandung. Ia tengah memproduksi sepatu edisi khusus bertema lingkungan. Ide awal sepatu ini berangkat dari kesadaran bahaya sampah plastik yang marak di Indonesia dan dunia.
Berangkat dari kesadaran itu, Gally bersikeras membuat sepatu edisi khusus dengan mendesain sepatu, ilustrasi, hingga posternya. Ia melakukannya seorang diri. Bahkan, sepatunya nanti akan didedikasikan untuk Pulau Plastik di Bali.
“Sepatunya masih diproduksi. Dalam satu box, nantinya akan ada sepatu, sedotan stainless,” ujar Pemilk Exodos57, Gally Rangga, seperti yang ditulis Reni Susanti di Kompas belum lama ini.
[irp]