Demi Kesehatan, AMA Desak Masyarakat Setop Mengisap Vape

oleh -350 kali dilihat
https://www.voaindonesia.com/a/asosiasi-dokter-as-desak-masyarakat-stop-pakai-rokok-elektrik-/5077130.html
Ilustrasi mengisap vape atau rokok elektrik/foto-nasional.kontan
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Ada orang yang anti mengisap rokok tembakau, tapi suka mengisap vape alias rokok elektrik. Namun, banyak pula yang menyukai mengisap keduanya.

Menurut pengamatan saya, rata-rata orang yang menyukai mengisap rokok tembakau akan suka pula mengisap vape. Yang tidak menyukai mengisap rokok tembakau, namun menyukai vape karena mereka menganggap vape lebih ramah terhadap kesehatan.

Kenyataannya tidak demikian, baru-baru ini vape diduga menyebabkan 450 kasus penyakit paru-paru di seluruh Amerika. Termasuk lima kematian di antaranya.

Karena itu, Asosiasi Kedokteran Amerika (AMA) mendesak semua orang untuk menghindari penggunaan rokok elektrik demi mencegah hal tersebut.

KLIK INI:  Vape Ternyata Mengandung 10 Kali Lipat Karsinogen?

“Penyakit paru-paru terkait rokok elektrik yang saat ini melanda di seluruh negeri menekankan kembali keyakinan kami bahwa penggunaan rokok elektrik dan vaping adalah epidemi kesehatan masyarakat yang mendesak dan harus ditangani,” kata pernyataan AMA, Senin 9 September. Sebagaimana ditulis dalam artikel voaindonesia.com.

AMA mengatakan siapa pun yang baru-baru ini menggunakan rokok elektrik dan mengalami batuk, sesak napas, atau nyeri dada harus secepatnya mencari perawatan medis. AMA sendiri adalah salah satu organisasi dokter paling berpengaruh di Amerika.

Kekhawatiran AMA cukup tinggi, karenanya AMA mengimbau Badan Pangan dan Obat-obatan Amerika (FDA) mempercepat regulasi federal terkait rokok elektrik, termasuk larangan langsung pada perangkat peningkat rasa yang menarik untuk kaum muda.

Sebabkan penyakit paru-paru dipuluhan negara?

Pada hari Senin kemarin, FDA mengirim surat peringatan keras kepada produsen rokok elektrik terbesar, Juul yang merupakan rokok elektronik paling populer di Amerika Serikat. Juul diduga secara ilegal membuat klaim yang belum terbukti tentang keamanan produk dan pemasarannya kepada kaum muda.

KLIK INI:  Deh, Puntung Rokok Ternyata Lebih Merusak Lingkungan Daripada Sedotan Plastik

Para regulator federal menuduh Juul mempromosikan produknya “jauh lebih aman daripada rokok” sebelum menunjukkan bukti ilmiah untuk mendukung klaim itu.

“Juul telah mengabaikan hukum dan dengan sangat memprihatinkan, membuat beberapa pernyataan ini di sekolah kepada anak-anak muda kita, jika peningkatan yang meresahkan dalam penggunaan rokok elektrik ini terus berlanjut, terutama melalui penggunaan berbagai perasa yang menarik bagi anak-anak, kami akan mengambil tindakan yang lebih agresif lagi,” demikian FDA memperingatkan.

FDA juga mengeluh Juul memasarkan produknya sebagai “produk tembakau dengan risiko yang dimodifikasi” tanpa perintah FDA.
Juul mengatakan program sekolahnya bertujuan untuk mencegah kaum muda melakukan vaping. Namun perusahaan itu mengatakan telah menghentikan presentasi-presentasinya tahun lalu.

KLIK INI:  Puntung Rokok dan Dampak Buruknya Bagi Pertumbuhan Tanaman

Juul juga tidak lagi menggunakan media sosial untuk memasarkan produk-produknya dan telah menarik rokok elektrik dengan rasa permen dan buah dari rak-rak toko untuk membatasi ketersediaannya bagi anak muda.

Rokok elektrik memanaskan tempat khusus nikotin yang diisi cairan untuk menghasilkan uap. Meskipun sebagian besar ahli sepakat rokok jenis itu tidak sebahaya dibanding menghirup asap tembakau, belum cukup banyak penelitian untuk menyatakan rokok elektrik alternatif yang benar-benar aman dari rokok biasa.

Pakar kesehatan yakin serangkaian penyakit paru-paru baru-baru ini di lebih dari 20 negara mungkin terkait dengan bahan kimia yang digunakan dalam rokok elektrik.

***
Sepuluh paragraf di atas, jika kamu hitung dari bawah adalah artikel dari voaindonesia.com.

KLIK INI:  Mencegah Karhutla Berarti Menyelamatkan Jutaan Nyawa